LaNyalla Dukung Pemanfaatan Sport Science di Sepak Bola Tanah Air
Kamis, 19 Agustus 2021 - 16:47 WIB
loading...
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat memantau pertandingan persahabatan Tim Lanyalla Academia FC Lampung dengan sejumlah SSB di Lapangan Sepak Bola ABC, Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu. Foto/Istimewa
A
A
A
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menilai sudah saatnya sport science dimanfaatkan untuk mendukung prestasi sepak bola Tanah Air. Untuk itu, LaNyalla mendukung kerja sama yang dilakukan PSSI dengan 7 perguruan tinggi, termasuk mengembangkan sport science dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
"Saya mendukung dan mengapresiasi langkah yang ditempuh PSSI untuk mengembangkan prestasi, termasuk mencari bakat-bakat muda terbaik di dunia sepak bola Indonesia melalui kerja sama dengan tujuh universitas di Indonesia. Terlebih, PSSI juga akan mengembangkan sport science bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa)," katanya, Kamis (19/8/2021).
Mantan Ketua Umum PSSI ini menambahkan, dengan sport science PSSI juga bisa mendapatkan pelatih berkualitas. "Sport science sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pelatih sepak bola agar setara S-1 Kepelatihan Sepak Bola berlisensi AFC, termasuk peningkatan pelatih fisik, dan masih banyak lagi," katanya.
Baca juga: 6 Pesepak Bola Indonesia yang Alih Profesi saat Pandemi Covid-19, Nomor 5 Jadi Satpam
Dalam penilaian LaNyalla, kekurangan pelatih berkualitas menjadi kendala tersendiri terhadap peningkatan kualitas pemain dan prestasi sepak bola Indonesia.
"Saya mendukung dan mengapresiasi langkah yang ditempuh PSSI untuk mengembangkan prestasi, termasuk mencari bakat-bakat muda terbaik di dunia sepak bola Indonesia melalui kerja sama dengan tujuh universitas di Indonesia. Terlebih, PSSI juga akan mengembangkan sport science bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa)," katanya, Kamis (19/8/2021).
Mantan Ketua Umum PSSI ini menambahkan, dengan sport science PSSI juga bisa mendapatkan pelatih berkualitas. "Sport science sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pelatih sepak bola agar setara S-1 Kepelatihan Sepak Bola berlisensi AFC, termasuk peningkatan pelatih fisik, dan masih banyak lagi," katanya.
Baca juga: 6 Pesepak Bola Indonesia yang Alih Profesi saat Pandemi Covid-19, Nomor 5 Jadi Satpam
Dalam penilaian LaNyalla, kekurangan pelatih berkualitas menjadi kendala tersendiri terhadap peningkatan kualitas pemain dan prestasi sepak bola Indonesia.
Lihat Juga :