Sejumlah Tantangan yang Dihadapi Indonesia Menyongsong Tahun 2045

Selasa, 17 Agustus 2021 - 22:20 WIB
loading...
Sejumlah Tantangan yang...
Ilustrasi/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan, Indonesia menghadapi sejumlah tantangan menyongsong tahun 2045 yang merupakan 100 tahun Indonesia merdeka. Semangat persatuan dan kebersamaan merupakan modal Indonesia untuk menghadapi tantangan tersebut.

"Tantangan terbesar kita untuk menyongsong tahun 2045 , 100 tahun Indonesia merdeka, adalah melakukan transformasi dalam segala bidang," ujar Hendrawan Supratikno, Selasa (17/8/2021).

Tantangan di bidang ekonomi adalah transformasi struktural dari ekonomi agraris menuju ekonomi industri. "Menjadi ekonomi mandiri yang memiliki ketahanan tinggi dalam bidang energi, pangan, kesehatan, dan finansial," kata Hendrawan.

Sedangkan tantangan di bidang sosial politik, bangsa ini punya modal sosial yang kuat, yaitu Pancasila. Pertanyaannya bagaimana nilai-nilai Pancasila bisa diejawantahkan dalam kehidupan nyata. "Bukan hanya semarak pada dataran retorika," tuturnya.

Baca juga: Bangkitkan Rasa Kecintaan Pada Indonesia dengan Nonton Film dan Serial Ini

Dalam bidang pendidikan, Indonesia harus mampu melahirkan generasi yang kritis, melek teknologi, beretos kerja tinggi, dan memiliki jiwa kewirausahaan. "Masyarakat industri membutuhkan technopreneur yang mampu menciptakan nilai tambah tinggi pada kekayaan alam dan budaya yang kita miliki," kata Hendrawan.

Ke depan, Indonesia diharapkan menjadi negara menengah ke atas. "Sudah mentas dari negara konsumen menjadi negara produsen. Ekonomi sudah digerakkan oleh kekuatan inovasi," ujar Hendrawan.

Baca juga: Jokowi: Krisis, Resesi, dan Pandemi Seperti Api

Sedangkan ulama yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud mengatakan bahwa kesetaraan dalam ekonomi menjadi salah satu tantangan bangsa ke depan. Sumber daya alam tidak boleh hanya dinikmati dan dimiliki oleh segelintir orang.

"Maka tugas pemerintah untuk bagaimana membuat kebijakan yang bisa mengangkat bangsa Indonesia ini ekonominya maju," ujar Marsudi.

Tantangan berikutnya, kata dia, memastikan batas kecukupan atau kekayaan bagi setiap warga negara. "Ketika memutuskan kebijakan UMR juga harus benar-benar dihitung, sehingga memang cukup untuk hidup," ujarnya.

Kemudian, dia menilai pemerintah harus bisa mengatasi kemiskinan dan memastikan kepemilikan publik berjalan dengan baik. "Jangan sampai kalah kepemilikannya dengan individu-individu. Artinya ketika kebutuhannya untuk publik ya harus diutamakan," tuturnya.

Dirinya melihat, baru sekitar 3,6 persen rakyat Indonesia yang menjadi pengusaha. Untuk bisa menjadi negara maju, dia menilai jumlah warga Indonesia yang menjadi pengusaha harus bertambah. "Amerika 11 persen, Singapura 7 persen, Malaysia 6 persen, Indonesia 3,6 persen. Itu harus naik," imbuhnya.

Selain itu, dia melihat persatuan dan kebersamaan bangsa Indonesia masih terkendali dengan baik. Menjaga persatuan dan kebersamaan jadi tugas seluruh rakyat. Adapun suara kritis selama masih terkontrol, menjadi vaksin agar bangsa ini kuat.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Pidato Ekonomi Presiden:...
Pidato Ekonomi Presiden: Antara Optimisme dan Realitas Pertumbuhan
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Transformasi Akademi...
Transformasi Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Menuju Sekolah Tinggi Kesehatan
Kesinambungan Melemahnya...
Kesinambungan Melemahnya Rupiah: Kolonisasi Sistem dan Mental
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Rekomendasi
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Salah Umumkan Ayah Messi...
Salah Umumkan Ayah Messi Meninggal, Presenter Argentina Mundur
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Berita Terkini
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved