Belanja Pendidikan Mayarakat Kritis, Bagaimana Nasib Perguruan Tinggi?

Senin, 16 Agustus 2021 - 00:04 WIB
loading...
Belanja Pendidikan Mayarakat...
Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD), Mukhaer Pakkanna menjelaskan dari rerata komponen pengeluaran rumah tangga, ternyata yang terendah adalah pengeluaran pendidikan dan kesehatan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pandemi COVID-19 memantik rendahnya pengeluaran pendidikan dan kesehatan yang merupakan salah satu komponen dari pengeluaran rumah tangga.

Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD), Mukhaer Pakkanna menjelaskan dari rerata komponen pengeluaran rumah tangga, ternyata yang terendah adalah pengeluaran pendidikan dan kesehatan. Tumbuh terseok-seok hanya 1,2% terutama pengeluaran pendidikan/kesehatan bagi kelas masyarakat miskin. Baca juga: Kemendikbudristek Dorong Peningkatan APK Pendidikan Tinggi yang Berkualitas

"Rendahnya pengeluaran komponen pendidikan dan kesehatan paralel dengan turunnya rerata upah pekerja baik di sektor industri maupun sektor pertanian. Bahkan mereka banyak yang terpental dan kehilangan pekerjaan," ujar Mukhaer yang juga selalu Pengamat Ekonomi dan Sekretaris Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah, Minggu (15/8/2021). Baca juga:

Menurutnya, kondisi tersebut agak menyulitkan Perguruan Tinggi (PT) kelas menengah ke bawah untuk mendongkrak penerimaan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) atau yang lebih umum disebut Uang Kuliah Tunggal (UKT). Bagi pengelola pendidikan tinggi, khususnya level menengah-bawah, kenaikan SPP menjadi sesuatu yang sangat sensitif. Elastisitas permintaannya harus menjadi variabel determinan.

"Jika ada pengelola perguruan tinggi terutama kelas menengah ke bawah berani menaikkan SPP, pasti akan ditinggalkan mahasiswa. Terjadi eksodus alias putus kuliah atau mencari tempat kuliah yang jauh lebih mudah dan murah," tuturnya.

Sementara, dia menyampaikan kondisi berbeda dialami untuk perguruan tinggi level menengah ke atas dan PTN yang justru menjadi ladang subur untuk menggaet jumlah mahasiswa. Masyarakat menengah atas, menurut catatan BPS bahwa mereka ini justru memilki tingkat simpanan dan tabungan yang masih sangat tinggi termasuk untuk pendidikan dan kesehatan.

"Tentu, kelas ini mencari pilihan kuliah dan kesehatan yang lebih mahal dari rata-rata untuk anak-anaknya," katanya.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa ke depan akan terjadi ketimpangan antara perguruan tinggi kelas menengah atas dengan kelas menengah bawah terutama dalam rekrutmen jumlah mahasiswa. Baca juga: Hendi Upayakan Pendidikan Gratis Pada Anak yang Kehilangan Orang Tua karena Covid-19

"Namun, perlu diingat, hukum alam berbicara, bahwa yang survive dalam setiap bencana adalah mereka yg mampu beradaptasi dengan situasi," pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan
Buku Sejarah Gerakan...
Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Diluncurkan, Rekam Perjuangan Sebelum Reformasi 1998
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ini Penjelasan Ditjen Pemasyarakatan
Ekonomi Digital dan...
Ekonomi Digital dan Pendidikan: Peluang Besar atau Ancaman Baru?
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
Rekomendasi
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Berita Terkini
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved