Jokowi Minta Harga Tes PCR Diturunkan hingga Rp450.000, PPP Nilai Masih Mahal

Minggu, 15 Agustus 2021 - 16:08 WIB
loading...
Jokowi Minta Harga Tes...
Sekretaris Fraksi PPP di DPR RI, Achmad Baidowi menyambut baik instruksi Presiden Jokowi terkait penurunan harga PCR test hingga Rp450.000. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di DPR RI, Achmad Baidowi menyambut baik instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penurunan harga tes PCR hingga Rp450.000. Namun, ia menilai harga tersebut masih terbilang tinggi bagi masyarakat.

"Instruksi tersebut patut kami apresiasi, tapi meskipun harganya turum 50% tapi masih tinggi dibandingkan negara-negara lain," kata pria yang akrab disapa Awiek kepada wartawan, Minggu (15/8/2021).

Anggota Komisi VI DPR itu mencontohkan negara yang sudah menerapkan harga tes PCR yang murah. Misalnya, kata dia, di Uzbekistan. Harga PCR di sana bisa menyentuh Rp350.000. "Itu pun yang 6 jam. Kalau yang 24 jam lebih murah," ujarnya.

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Harga Tes PCR Diturunkan

Selain masalah harga, Awiek menyarankan untuk mempercepat diketahuinya hasil PCR maksimal 1x24 jam, maka pemerintah wajib meningkatkan infrastruktur kesehatan. Sebab, tidak semua rumah sakit memiliki laboratorium pengujian sampel.

"Contoh, saya PCR di salah satu RS BUMN di kabupaten, namun hasilnya masih menunggu 2-3 hari karena uji lab-nya dilakukan di kota. Ini masih di Pulau Jawa, bagaimana kondisi di luar Jawa," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
9 Anggota KPI Pusat...
9 Anggota KPI Pusat 2026-2029 Pilihan DPR RI, Ini Daftar Namanya
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU PFII Jadi Undang-Undang
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Wagub Banten Dimyati:...
Wagub Banten Dimyati: Walaupun Beda Partai, Hati Saya Tetap PPP
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
Tepis Hoaks Menolak,...
Tepis Hoaks Menolak, DPR Kebut RUU Aset
HUKUM MATI! DPR RI Geram,...
HUKUM MATI! DPR RI Geram, Sebut Korupsi Eks Jampidsus Sangat Memalukan
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Infografis
Harga Cula Badak di...
Harga Cula Badak di Pasar Gelap Internasional Sangat Mahal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved