Pandemi Covid-19 Meningkatkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga

loading...
Pandemi Covid-19 Meningkatkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Pandemi Covid-19 dinilai telah meningkatkan kekerasan dalam rumah tangga, baik terhadap pasangan maupun anak. Foto/dok.SINDOnews
JAKARTA - Pandemi Covid-19 mengakibatkan angka kekerasan dalam rumah tangga meningkat. Hal itu akibat dari banyaknya pekerja yang melakukan aktivitas pekerjaan di rumah (WFH).

"Pandemi Covid-19 dan orang lebih cenderung tinggal di rumah, maka kekerasan dalam rumah tangga akan meningkat," kata kriminolog Universitas Indonesia M Mustofa saat dihubungi, Sabtu (13/8/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan, pandemi Covid-19 yang membuat kasus kemiskinan meningkat juga dapat menjadi pemicu kasus kekerasan dalam rumah tangga. Tidak hanya pada istri, kasus kekerasan juga dapat terjadi pada anak. "Ditambah dengan penurunan taraf ekonomi memudahkan terjadi konflik suami-isteri, orang tua-anak," jelasnya.

Baca juga: Alami KDRT Selama 9 Tahun, Nindy Ayunda Buka Suara



Menghindari kejadian seperti hal tersebut, dia mendesak pemerintah untuk memberikn bansos secara tepat pada keluarga yang benar-benar membutihkan. Pemerintah juga dapat mendirikan dapur umum serta memberikan tayangan televisi yang mendidik keluarga.

"Penayangan acara TV yang mendidik meningkatkan keakraban keluarga. Bukan sinetron rebutan pacar, rebutan waris yang tidak realistis. Jadi orang dibiasakan melihat hal-hal positif," pungkasnya.
(muh)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top