Megawati Sebut Sumbar Berbeda, Legislator PAN: Harus Dimaknai Positif
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi anak dari Ibu Mega itu berhak mendapatkan pusako tinggi seperti gelar dan jabatan Datuak sebagai penghulu yang merupakan posisi terhormat dalam struktur adat masyarakat Minangkabau dan bukan gelar pemberian atau penghargaan. Begitu juga dengan anaknya Bu Puan Maharani pun berhak mendapatkan hak yang sama," ungkap Guspardi.
Untuk itu, mantan anggota DPRD Sumbar ini menilai bahwa kritikan yang disampaikan Megawati adalah bentuk kepedulian sebagai putri keturunan Minangkabau. Dia menekankan bahwa kritikan Ketum PDIP itu harus dijawab dengan kerja nyata, karena ini adalah sebuah realitas. "Tentu harus disikapi dengan arif dan lapang dada untuk dijadikan sebagai pelecut semangat bagaimana kita melakukan lompatan dan lebih kencang lagi larinya," pungkas anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI itu.
Sebelumnya, Megawati menyebut Sumbar telah berbeda dari yang dia kenal. Mega pernah mempertanyakan kegelisahannya ini kepada Ahmad Syafii Maarif, tokoh Muhammadiyah sekaligus anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) kelahiran Sumatera Barat.
Hal ini disampaikan Mega dalam Webinar Bung Hatta Inspirasi Kemandirian Bangsa di kanal Youtube Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDIP, Kamis (12/8). Mega mengatakan bahwa pada masa sebelum dan sesudah kemerdekaan, Sumbar melahirkan banyak tokoh nasional. Namun kini, menurutnya, tokoh-tokoh Sumatera Barat tidak sepopuler dulu.
Untuk itu, mantan anggota DPRD Sumbar ini menilai bahwa kritikan yang disampaikan Megawati adalah bentuk kepedulian sebagai putri keturunan Minangkabau. Dia menekankan bahwa kritikan Ketum PDIP itu harus dijawab dengan kerja nyata, karena ini adalah sebuah realitas. "Tentu harus disikapi dengan arif dan lapang dada untuk dijadikan sebagai pelecut semangat bagaimana kita melakukan lompatan dan lebih kencang lagi larinya," pungkas anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI itu.
Sebelumnya, Megawati menyebut Sumbar telah berbeda dari yang dia kenal. Mega pernah mempertanyakan kegelisahannya ini kepada Ahmad Syafii Maarif, tokoh Muhammadiyah sekaligus anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) kelahiran Sumatera Barat.
Hal ini disampaikan Mega dalam Webinar Bung Hatta Inspirasi Kemandirian Bangsa di kanal Youtube Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDIP, Kamis (12/8). Mega mengatakan bahwa pada masa sebelum dan sesudah kemerdekaan, Sumbar melahirkan banyak tokoh nasional. Namun kini, menurutnya, tokoh-tokoh Sumatera Barat tidak sepopuler dulu.
(cip)
Lihat Juga :