Menyemai Bibit Unggul Pelajar Indonesia

Kamis, 12 Agustus 2021 - 05:55 WIB
loading...
A A A
Bak seorang atlet, mereka pun harus menjalani pelatnas. Beberapa kota yang sering dijadikan pusat pelatihan adalah Jakarta, Bandung, Malang, dan Bogor. Di luar sains, Kemendikbudristek melebarkan pemantauan dan pembinaannya pada minat kewirausahaan siswa-siswi Indonesia. Saban tahun, ada 1.800-2.000 karya, seperti fesyen, kuliner, kriya, dan games, yang ikut tival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia.

“Kita tidak semata-mata mencari yang genius, tapi anak yang kreatif,” tegas Asep.

Baca juga: Peringatan Hakteknas, Mendikbudristek: Kolaborasi akan Tingkatkan Mutu Inovasi

Peraih medali emas di International Olympiad in Informatics (IOI) tahun 2020 dan 2021 Pikatan Arya Bramajati membenarkan proses seleksi yang harus dilalui sejak di tingkat daerah. Sebelum masuk tim olimpiade informatika nasional, Ia mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN). Kemudian, ia masuk pelatnas. Di pelatnas, dia digembleng oleh para alumni siswa berprestasi di olimpiade internasional dan sejumlah dosen dari UI, Binus, dan sebagainya.

Peraih medali perak di Asia Pacific Informatics Olympiad 2020 dan 2021 menceritakan proses pertandingan di olimpiade biasanya panitia memberikan soal dalam bentuk cerita. Soalnya sebanyak tiga buah dan harus diselesaikan dalam waktu lima jam.

“Tugas membuat program untuk menyelesaikan masalah itu. Semakin banyak kasus yang bisa diselesaikan, makin banyak poin didapat,” ujarnya.

Memiliki kemampuan TI dan sedang banyak dimanfaatkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19, Pikatan sudah berancang-ancang untuk mengaplikasikan ilmunya tersebut. Pria yang baru diterima di UI itu salah satu sudah membayangkan membuat aplikasi yang bisa membantu masyarakat, entah di bidang pertanian atau perkebunan. “Belum tahu mau menjadi apa. Harusnya nyambung ke informatika,” ucapnya.

Menyelesaikan Disparitas
Masalahnya, ada stigma di masyarakat mereka yang bisa bertualang di kompetisi internasional itu siswa-siswi dari sekolah favorit, berada di kota besar, dan berbiaya mahal.

Wasekjen Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Dudung Abdul Qadir mengatakan pemerintah perlu mendorong sekolah-sekolah negeri untuk melengkapi sarana dan prasarana. Kemudian, pemerintah juga harus meningkatkan kualitas dan tata kelola gurunya.

“Artinya, dimulai dari hulu ke hilir. Bagaimana menyiapkan perguruan tinggi bagi calon guru. Sudah hebatkah dosen-dosen, sarana dan prasana, budaya, dan iklim untuk mengembangkan (guru) di perguruan tinggi. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini lembaga pendidikan tinggi tempat menempa para calon guru memiliki peringkat yang rendah. Dudung menyatakan perlu membangun sistem kolaborasi yang baik antara sekolah dan orang tua untuk mendorong prestasi para siswa. Sekolah swasta, menurutnya, terbiasa melakukan ini, terutama dari sisi biaya. Mereka juga dilatih orang para ahli di bidangnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Motif Skandal Riset...
Motif Skandal Riset Palsu Internasional, Pelaku Incar Travel Grant ke Luar Negeri
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Mendiktisaintek Brian...
Mendiktisaintek Brian Yuliarto Bakal Bawa Skandal Riset Palsu ke Jalur Hukum
Polemik Peneliti Pakai...
Polemik Peneliti Pakai Riset Palsu di Forum Ilmiah Dunia, DPR Dorong Investigasi
Ratusan Pelajar dan...
Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Antusias Ikuti Istana untuk Anak Sekolah
Bertemu Wapres, Josepha...
Bertemu Wapres, Josepha Alexandra Peserta Cerdas Cermat Diberi Motivasi Terus Belajar dan Berprestasi
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
AS Kenalkan Mikroskop...
AS Kenalkan Mikroskop dengan Resolusi Detail hingga yang Terkecil
Indonesia-Prancis Sepakat...
Indonesia-Prancis Sepakat Perkuat Riset, Inovasi, dan Mobilitas Mahasiswa 2026
Rekomendasi
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Perilaku Manusia Modern...
Perilaku Manusia Modern dan Tanda Dekatnya Fitnah Dajjal
Liliana Tanoesoedibjo...
Liliana Tanoesoedibjo Terima Penghargaan MURI Kartini atas Konser Tehillim - The Heart of Worship
Berita Terkini
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
Wali Kota Agustina Bawa...
Wali Kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Kota Masa Depan
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved