Tokoh Muda Muhammadiyah Ingatkan agar Penyaluran Bansos PPKM Tepat Sasaran
Rabu, 11 Agustus 2021 - 16:34 WIB
loading...
Tokoh muda Muhammadiyah, Defy Indiyanto Budiarto menjalani vaksinasi Covid-19. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah telah memutuskan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM ) Level 2-4 di Jawa-Bali hingga 16 Agustus. Sementara PPKM di luar Pulau Jawa dan Bali diperpanjang selama dua pekan hingga 23 Agustus 2021.
Tokoh muda Muhammadiyah, Defy Indiyanto Budiarto menilai langkah pemerintah memperpanjang PPKM sudah tepat. Sebab, hingga saat ini angka kasus Covid-19 masih cukup tinggi. "Kalau kita lihat data penambahan kasus harian per Selasa, 10 Agustus, masih cukup tinggi, sebanyak 32.081 kasus baru. Begitu pula kasus kematian akibat Covid-19 ada penambahan 2.048 kasus dalam sehari. Tentu ini akan sangat berbahaya jika PPKM tidak diperpanjang," kata Defy, Rabu (11/8/2021).
Sekretaris LSBO Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini menuturkan, hal penting yang harus dilakukan pemerintah ketika melakukan perpanjangan PPKM adalah memastikan bantuan terhadap masyarakat terdampak bisa sesuai sasaran. Sebab, kata Defy, perpanjangan PPKM memiliki implikasi terhadap perekonomian masyarakat yang semakin sulit.
Baca juga: Breaking News, PPKM Diperpanjang Lagi hingga 16 Agustus 2021
"Saya hanya ingin mengimbau agar bantuan sosial tepat sasaran. Sebaiknya pemerintah membuka pengaduan online (call center) sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan sosial bisa kirim data diri, alamat, dan lain-lain atau mengadukan jika ada tetangga yang benar-benar tidak mampu agar dilaporkan ke ketua RT atau RW setempat, sehingga bantuan tepat sasaran. Bantuan harus dipastikan diterima oleh masyarakat yang betul-betul terdampak pandemi Covid-19," kata Defy.
Defy menyarankan bantuan diwujudkan dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT), sehingga tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Namun jika ada bantuan dalam bentuk sembako, Defy menuturkan bahwa BUMN memiliki dua perusahaan besar seperti Bulog dan RNI yang bisa diberdayakan.
Tokoh muda Muhammadiyah, Defy Indiyanto Budiarto menilai langkah pemerintah memperpanjang PPKM sudah tepat. Sebab, hingga saat ini angka kasus Covid-19 masih cukup tinggi. "Kalau kita lihat data penambahan kasus harian per Selasa, 10 Agustus, masih cukup tinggi, sebanyak 32.081 kasus baru. Begitu pula kasus kematian akibat Covid-19 ada penambahan 2.048 kasus dalam sehari. Tentu ini akan sangat berbahaya jika PPKM tidak diperpanjang," kata Defy, Rabu (11/8/2021).
Sekretaris LSBO Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini menuturkan, hal penting yang harus dilakukan pemerintah ketika melakukan perpanjangan PPKM adalah memastikan bantuan terhadap masyarakat terdampak bisa sesuai sasaran. Sebab, kata Defy, perpanjangan PPKM memiliki implikasi terhadap perekonomian masyarakat yang semakin sulit.
Baca juga: Breaking News, PPKM Diperpanjang Lagi hingga 16 Agustus 2021
"Saya hanya ingin mengimbau agar bantuan sosial tepat sasaran. Sebaiknya pemerintah membuka pengaduan online (call center) sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan sosial bisa kirim data diri, alamat, dan lain-lain atau mengadukan jika ada tetangga yang benar-benar tidak mampu agar dilaporkan ke ketua RT atau RW setempat, sehingga bantuan tepat sasaran. Bantuan harus dipastikan diterima oleh masyarakat yang betul-betul terdampak pandemi Covid-19," kata Defy.
Defy menyarankan bantuan diwujudkan dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT), sehingga tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Namun jika ada bantuan dalam bentuk sembako, Defy menuturkan bahwa BUMN memiliki dua perusahaan besar seperti Bulog dan RNI yang bisa diberdayakan.
Lihat Juga :