UGM Berikan Pelatihan dan Empat Unit GeNose C19 ke DPR

Selasa, 10 Agustus 2021 - 20:31 WIB
loading...
UGM Berikan Pelatihan...
UGM memberikan pelatihan sekaligus empat unit alat pendeteksi Covid-19 berbasis embusan nafas, GeNose C19, kepada Yankes DPR, Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan pelatihan penggunaan sekaligus empat unit alat pendeteksi Covid-19 berbasis embusan nafas, GeNose C19, kepada Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin, 9 Agustus 2021.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni, Paripurna Poerwoko Sugarda, berharap GeNose C19 digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan, instansi pemerintah, perusahaan, institusi pendidikan, dan berbagai tempat umum lainnya di Indonesia. Selain itu, GeNose C19 diharapkan dapat memberikan solusi terjangkau dari sisi harga dan mudah dalam pengoperasian di tingkat masyarakat. Baca juga: Mulai 16 Agustus, DPR Berlakukan Tes GeNose C19 di Kompleks Parlemen

"Ini sebagai apresiasi dan ucapan terima kasih dari pihak produsen GeNose kepada DPR yang memberikan dukungan dalam pengembangannya. Sejak GeNose muncul dan beredar selalu mendapatkan perhatian, khususnya dari Komisi 9 dan dan 11. Kunci dari penggunaan GeNose itu di SOP (standard operating procedure) agar bekerja maksimal. Oleh karena itu, kemarin kami memberikan pelatihan agar bisa bekerja maksimal dan dirasakan manfaatnya bagi banyak pihak," katanya, Selasa (10/8/2021).

Lebih jauh disampaikannya, GeNose C19 tergolong alat elektromedis noninvasif dengan basis kecerdasan buatan (artificial intelegent/AI) yang mengandalkan banyak data dan kepatuhan pada (SOP) untuk menghasilkan performa yang mumpuni. Baca juga: Menkes Sebut Covid-19 Bisa Bertahan Ratusan Tahun, Harus Mampu Berdampingan

GeNose C19 terbukti dapat membantu masyarakat yang harus melakukan mobilitas, sehingga tetap dapat memenuhi protokol kesehatan, khususnya saat berada di ruang publik. Semua pihak termasuk peneliti dan pengembang, distributor, operator, maupun masyarakat pengguna perlu sama-sama dapat memastikan agar tata cara penggunaan Genose C19 sesuai dengan SOP tersebut. GeNose C19 hanya bisa dioperasikan ketika kondisi lingkungannya ideal dan sejumlah terpenuhi. Sehingga, hasil tes bisa menunjukkan akurasi yang tepat.

Misalnya, salah satu yang perlu diperhatikan adalah lokasi penempatan alat. GeNose C19 harus diletakkan di ruangan yang memiliki saturasi udara satu arah. GeNose C19 juga sudah memiliki fitur analisis lingkungan yang otomatis mengevaluasi saturasi partikel di sekelilingnya. Operator hanya perlu melakukan mode flushing untuk memeriksa udara atau lingkungan di sekitar alat selama 30 hingga 60 menit sebelum menjalankan alat.

Software GeNose C19 akan memberi tanda pada layar monitor laptop bahwa lingkungan sudah siap (Ok) atau belum. Tanda Warna hijau dan tulisan “GO” artinya sudah Ok, sedangkan warna kuning atau merah dengan tanda seru berarti belum Ok untuk mengoperasikan GeNose C19. "Karena itu diperlukan sedikit pelatihan. Tetapi pada dasarnya, alat ini sangat mudah digunakan. Semakin sering digunakan, akurasi semakin tepat," paparnya.

Alat deteksi cepat Covid-19 melalui embusan napas manusia buatan tim peneliti UGM tersebut telah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan pada 24 Desember 2020. Alat tersebut sudah diproduksi secara massal dan digunakan masyarakat luas. Bahkan jika virus Covid-19 sudah bermutasi, GeNose C19 tetap dapat mendeteksi varian virus baru SARS-CoV-2.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Trimedya Panjaitan Sebut...
Trimedya Panjaitan Sebut RUU HPI Sejalan dengan Semangat Prabowo Perkuat Posisi Hukum Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
DPR dan Pemerintah Pastikan...
DPR dan Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Besar saat Puncak Haji
Jelang Armuzna, DPR...
Jelang Armuzna, DPR Ingatkan Pemerintah soal Layanan Konsumsi dan Transportasi
Komisi III DPR Nilai...
Komisi III DPR Nilai Kasus Amsal Sitepu Janggal, Proses Hukum Tak Objektif
Rekomendasi
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Paula Verhoeven Dicecar...
Paula Verhoeven Dicecar 30 Pertanyaan soal Kasus Hanania Group, Ini Pengakuannya!
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
Berita Terkini
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan...
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit di Muara Enim
Anggota Polri yang Duduki...
Anggota Polri yang Duduki Jabatan di Luar Struktur Tak Perlu Mundur selama Penugasan Negara
Kejagung Tetapkan Tersangka...
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Korupsi MBG, Berperan Atur Mitra dan Titik Dapur
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Infografis
Inggris dan Prancis...
Inggris dan Prancis Diam-diam Bahas Pengerahan Tentara ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved