Soal Penambahan Utang Rp515 Triliun, Demokrat Ingatkan Potensi Gagal Bayar
Selasa, 10 Agustus 2021 - 07:56 WIB
loading...
A
A
A
“Rasio utang Indonesia terhadap PDB kini telah mencapai 41,35%. Jika bertambah Rp515,1 Triliun maka rasionya berpotensi mencapai 42%-43%. Kondisi ini semakin diperparah dengan potensi gagal bayar yang disampaikan oleh BPK RI," jelas Syarief.
Syarief Hasan menyebut kemampuan negara dalam melunasi utang dan bunga diperkirakan menjadi semakin sulit. “Kemampuan negara membayar utang bersama bunga utang yang tinggi akan semakin sulit di tengah ketidakpastian ekonomi. Laporan BPK RI juga menyebutkan Pemerintah berpotensi gagal bayar utang. Utang Indonesia yang semakin membludak ini perlu dikaji sehingga tidak menjadi momok menakutkan di masa depan," papar dia.
Pemerintah dikatakannya harus berhati-hati sebab rasio utang terhadap PDB semakin mendekati ambang batas 60% sesuai dengan UU Keuangan Negara. Baca juga: KPK Kantongi Informasi Harun Masiku Berada di Luar Negeri
"Apalagi, rasio utang Indonesia kemungkinan masih akan terus naik, terutama akibat tekanan pandemi COVID-19. Pemerintah harus memperhatikan rekomendasi BPK RI dan fokus dalam penguatan perekonomian nasional yang baru saja positif, setelah setahun mengalami resesi," kata Syarief.
Syarief Hasan menyebut kemampuan negara dalam melunasi utang dan bunga diperkirakan menjadi semakin sulit. “Kemampuan negara membayar utang bersama bunga utang yang tinggi akan semakin sulit di tengah ketidakpastian ekonomi. Laporan BPK RI juga menyebutkan Pemerintah berpotensi gagal bayar utang. Utang Indonesia yang semakin membludak ini perlu dikaji sehingga tidak menjadi momok menakutkan di masa depan," papar dia.
Pemerintah dikatakannya harus berhati-hati sebab rasio utang terhadap PDB semakin mendekati ambang batas 60% sesuai dengan UU Keuangan Negara. Baca juga: KPK Kantongi Informasi Harun Masiku Berada di Luar Negeri
"Apalagi, rasio utang Indonesia kemungkinan masih akan terus naik, terutama akibat tekanan pandemi COVID-19. Pemerintah harus memperhatikan rekomendasi BPK RI dan fokus dalam penguatan perekonomian nasional yang baru saja positif, setelah setahun mengalami resesi," kata Syarief.
(kri)
Lihat Juga :