Soal Penambahan Utang Rp515 Triliun, Demokrat Ingatkan Potensi Gagal Bayar
Selasa, 10 Agustus 2021 - 07:56 WIB
loading...
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mengingatkan pemerintah untuk tidak melakukan penambahan utang baru di tengah semakin membludaknya utang Indonesia untuk menghindari gagal bayar. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat , Syarief Hasan mengingatkan pemerintah untuk tidak melakukan penambahan utang baru di tengah semakin membludaknya utang Indonesia untuk menghindari gagal bayar.
Pemerintah Indonesia kembali berencana akan menambah utang baru di tahun 2021 sebesar Rp515,1 triliun di tengah ketidakpastian ekonomi dan peningkatan laju penyebaran COVID-19 yang masih sulit dikendalikan. Baca juga: Sri Mulyani Bakal Tambah Utang Lagi Rp515 Triliun
Menteri Keuangan (Menkeu) tengah merencanakan dan mencari tambahan utang baru sebesar Rp515,1 triliun. Tercatat, utang Indonesia bertambah Rp1.226,8 triliun selama tahun 2020 dan bertambah sebesar Rp1.177,4 triliun selama Januari hingga penghujung Juni 2021. Total utang luar negeri Indonesia telah mencapai Rp6.554,56 triliun per Juni 2021 dan berpotensi naik kembali setelah penambahan utang Rp515,1 triliun yang sedang dicari Menkeu tersebut.
Syarief Hasan menilai pengelolaan utang luar negeri selama masa pandemi COVID-19 semakin memprihatikan. “Dari berbagai kajian menunjukkan bahwa pertumbuhan utang luar negeri Indonesia semakin jauh melampaui pertumbuhan PDB Indonesia. Laju penyebaran COVID-19 juga semakin sulit dikendalikan dan berpengaruh terhadap ekonomi. Rasio utang terhadap PDB juga membengkak mendekati 41,35% dan berpotensi gagal bayar," ujar Syarief Hasan, Senin (9/8/2021).
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini juga mengingatkan pemerintah terkait rasio utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang telah mencapai 41,35%.
Pemerintah Indonesia kembali berencana akan menambah utang baru di tahun 2021 sebesar Rp515,1 triliun di tengah ketidakpastian ekonomi dan peningkatan laju penyebaran COVID-19 yang masih sulit dikendalikan. Baca juga: Sri Mulyani Bakal Tambah Utang Lagi Rp515 Triliun
Menteri Keuangan (Menkeu) tengah merencanakan dan mencari tambahan utang baru sebesar Rp515,1 triliun. Tercatat, utang Indonesia bertambah Rp1.226,8 triliun selama tahun 2020 dan bertambah sebesar Rp1.177,4 triliun selama Januari hingga penghujung Juni 2021. Total utang luar negeri Indonesia telah mencapai Rp6.554,56 triliun per Juni 2021 dan berpotensi naik kembali setelah penambahan utang Rp515,1 triliun yang sedang dicari Menkeu tersebut.
Syarief Hasan menilai pengelolaan utang luar negeri selama masa pandemi COVID-19 semakin memprihatikan. “Dari berbagai kajian menunjukkan bahwa pertumbuhan utang luar negeri Indonesia semakin jauh melampaui pertumbuhan PDB Indonesia. Laju penyebaran COVID-19 juga semakin sulit dikendalikan dan berpengaruh terhadap ekonomi. Rasio utang terhadap PDB juga membengkak mendekati 41,35% dan berpotensi gagal bayar," ujar Syarief Hasan, Senin (9/8/2021).
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini juga mengingatkan pemerintah terkait rasio utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang telah mencapai 41,35%.
Lihat Juga :