Diorder Gibran dkk, Baliho Puan Selamatkan Nasib Banyak Pekerja Advertising
Selasa, 10 Agustus 2021 - 06:11 WIB
loading...
A
A
A
"Semakin lama (pemasangan media luar ruang), semakin industri ekonomi kreatif bergairah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional," ungkapnya.
Fenomena banyaknya baliho dan billboard Puan Maharani mendapat berbagai respons dari berbagai kalangan, bahkan viral di media sosial. Ada yang menjadikannya meme, hingga muncul perdebatan di media massa dan media sosial.
Bambang mengaku kaget pekerjaannya menjadi berita yang ramai. Meski begitu, ia memaklumi munculnya kritikan-kritikan dari sejumlah politisi mengenai pemasangan baliho dan billboard Puan Maharani.
“Mungkin mau pasang (billboard juga) tapi sudah habis lokasinya, jadi nggak dapat,” terang Bambang.
Terlepas dari adanya suara nyinyir mengenai pemasangan billboard dan baliho Puan Maharani, ia berharap masyarakat bisa melihat fenomena ini lebih jauh lagi. Jika dilihat dari kacamata pelaku industri ekonomi kreatif, kata Bambang, orderan iklan Puan Maharani merupakan anugerah.
"Mereka tidak merasakan seperti kami yang harus bertahan hidup dan menghidupi karyawan. Coba kalau mereka menjadi kami, pasti ikut bersyukur. Ibarat panas setahun dihapus hujan sehari. Monggo-monggo saja berpendapat tapi saran saya santunlah bermedia, manfaatkan sarana media dengan bijaksana," paparnya. Baca juga: Marak Baliho Tokoh Politik: Tak Punya Sense of Crisis atau Telanjur Teken Kontrak?
“Kalau terbiasa bicara baik Insyaallah rezekinya baik. Energi bisa kita manfaatkan untuk mencari ide gagasan yang kreatif dan inovatif, bagaimana rezeki tetap eksis di masa krisis, karena masih banyak peluang," sambungnya.
Fenomena banyaknya baliho dan billboard Puan Maharani mendapat berbagai respons dari berbagai kalangan, bahkan viral di media sosial. Ada yang menjadikannya meme, hingga muncul perdebatan di media massa dan media sosial.
Bambang mengaku kaget pekerjaannya menjadi berita yang ramai. Meski begitu, ia memaklumi munculnya kritikan-kritikan dari sejumlah politisi mengenai pemasangan baliho dan billboard Puan Maharani.
“Mungkin mau pasang (billboard juga) tapi sudah habis lokasinya, jadi nggak dapat,” terang Bambang.
Terlepas dari adanya suara nyinyir mengenai pemasangan billboard dan baliho Puan Maharani, ia berharap masyarakat bisa melihat fenomena ini lebih jauh lagi. Jika dilihat dari kacamata pelaku industri ekonomi kreatif, kata Bambang, orderan iklan Puan Maharani merupakan anugerah.
"Mereka tidak merasakan seperti kami yang harus bertahan hidup dan menghidupi karyawan. Coba kalau mereka menjadi kami, pasti ikut bersyukur. Ibarat panas setahun dihapus hujan sehari. Monggo-monggo saja berpendapat tapi saran saya santunlah bermedia, manfaatkan sarana media dengan bijaksana," paparnya. Baca juga: Marak Baliho Tokoh Politik: Tak Punya Sense of Crisis atau Telanjur Teken Kontrak?
“Kalau terbiasa bicara baik Insyaallah rezekinya baik. Energi bisa kita manfaatkan untuk mencari ide gagasan yang kreatif dan inovatif, bagaimana rezeki tetap eksis di masa krisis, karena masih banyak peluang," sambungnya.
(kri)
Lihat Juga :