Kasus Covid-19 Turun Drastis, Epidemiolog Ingatkan DKI Tak Lakukan Pelonggaran
Minggu, 08 Agustus 2021 - 09:17 WIB
loading...
A
A
A
Lebih detail Dicky menilai bahwa dalam mengatasi pandemi respons yang harus dilakukan harusnya serempak tidak hanya pada satu daerah. Sebab, jika hanya dilakukan di satu daerah tertentu secara otomatis akan menularkan ke daerah lainnya.
Baca juga: Kota Depok Penyumbang Kasus COVID-19 Terbesar di Indonesia
"Ini bukan selesai Jakarta saja, tapi Jawa-Bali ini mengalami masalah krisis yang hampir sama. Dan akan saling berpengaruh kalau terjadi perburukan di satu wilayah," katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan bahwa kasus aktif Covid-19 di Jakarta menurun dratis, dan sudah lebih rendah daripada gelombang pertama, Februari lalu.
"Alhamdulillah, kasus aktif di Jakarta yang pernah mencapai 113.000 pada 16 Juli lalu, kini turun menjadi 19.000 kasus aktif, ini artinya kita sudah lebih rendah dibandibg gelombang pertama Februari lalu," kata Anies.
Baca juga: Kota Depok Penyumbang Kasus COVID-19 Terbesar di Indonesia
"Ini bukan selesai Jakarta saja, tapi Jawa-Bali ini mengalami masalah krisis yang hampir sama. Dan akan saling berpengaruh kalau terjadi perburukan di satu wilayah," katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan bahwa kasus aktif Covid-19 di Jakarta menurun dratis, dan sudah lebih rendah daripada gelombang pertama, Februari lalu.
"Alhamdulillah, kasus aktif di Jakarta yang pernah mencapai 113.000 pada 16 Juli lalu, kini turun menjadi 19.000 kasus aktif, ini artinya kita sudah lebih rendah dibandibg gelombang pertama Februari lalu," kata Anies.
(abd)
Lihat Juga :