Ekplorasi Laut Halmahera dan Papua, KSAL Gelar Ekspedisi Jala Citra I Aurora 2021
Selasa, 03 Agustus 2021 - 21:02 WIB
loading...
A
A
A
Ekspedisi ini akan dilaksanakan hingga Oktober 2021 mendatang menggunakan KRI Spica-934 sebagai wahana penelitian yang merupakan kapal survei TNI AL di bawah komando Pushidrosal. Ekspedisi ini juga untuk meneliti sumber daya alam perairan Halmahera dan Papua, serta diharapkan dapat mengungkap lebih dalam misteri yang ada di laut Halmahera dan perairan Papua.
Selain untuk melaksanakan pengumpulan data, hidrografi untuk kepentingan pemetaan, keselamatan navigasi dan pelayaran terkait di lokasi yang merupakan pendekat ke pelabuhan-pelabuhan khusus di Halmahera, dimana wilayah perairan pada area tersebut juga memiliki kondisi geologi yang kompleks serta keanekaragaman hayati, sehingga ekspedisi ini juga akan dapat memberikan manfaat yang besar bagi bangsa Indonesia.
Melalui Ekspedisi ini juga diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan kembali ekspedisi kelautan pada lingkup Nasional lainnya yang dilaksanakan untuk meneliti sumber daya kelautan Indonesia oleh putra-putri Bangsa Indonesia, seperti Ekspedisi Siboga, Snellius I serta Snellius II, sehingga diharapkan, dapat menambah khasanah pengetahuan dan melengkapi inventarisasi potensi sumber daya kelautan serta karakteristik lingkungan laut perairan nasional. Selain itu, penelitian ini diharapkan juga dapat meneliti fenomena aliran pergeseran arus dari Samudra Pasifik ke Laut Banda menuju Samudra Hindia, serta koneksitasnya dengan sistem cuaca dan kandungan mineral bawaan pada kolom air laut.
KSAL menekankan kepada para anggota ekspedisi Aurora untuk mengutamakan keselamatan serta mempertahankan kesiapan kondisi teknis alutsista secara optimal melalui purba jaga, dan selalu memperhatikan kondisi alam dan cuaca yang sulit diprediksi. “Utamakan keamanan personel dan keselamatan material, pegang teguh prinsip zero accident, serta laksanakan manajemen resiko di tiap-tiap bagian dengan baik dan terencana” pungkasnya.
Pada kesempatan ini KSAL didampingi Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Agung Prasetiawan, para Asisten KSAL, para Pangkotama TNI AL, Deputi Pusat Teknologi Sumber Daya Alam BPPT Yudi Anantasena, dan Deputi Meteorology BMKG Guswanto, serta Guru Besar IPB Hendry M. Manik.
Selain untuk melaksanakan pengumpulan data, hidrografi untuk kepentingan pemetaan, keselamatan navigasi dan pelayaran terkait di lokasi yang merupakan pendekat ke pelabuhan-pelabuhan khusus di Halmahera, dimana wilayah perairan pada area tersebut juga memiliki kondisi geologi yang kompleks serta keanekaragaman hayati, sehingga ekspedisi ini juga akan dapat memberikan manfaat yang besar bagi bangsa Indonesia.
Melalui Ekspedisi ini juga diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan kembali ekspedisi kelautan pada lingkup Nasional lainnya yang dilaksanakan untuk meneliti sumber daya kelautan Indonesia oleh putra-putri Bangsa Indonesia, seperti Ekspedisi Siboga, Snellius I serta Snellius II, sehingga diharapkan, dapat menambah khasanah pengetahuan dan melengkapi inventarisasi potensi sumber daya kelautan serta karakteristik lingkungan laut perairan nasional. Selain itu, penelitian ini diharapkan juga dapat meneliti fenomena aliran pergeseran arus dari Samudra Pasifik ke Laut Banda menuju Samudra Hindia, serta koneksitasnya dengan sistem cuaca dan kandungan mineral bawaan pada kolom air laut.
KSAL menekankan kepada para anggota ekspedisi Aurora untuk mengutamakan keselamatan serta mempertahankan kesiapan kondisi teknis alutsista secara optimal melalui purba jaga, dan selalu memperhatikan kondisi alam dan cuaca yang sulit diprediksi. “Utamakan keamanan personel dan keselamatan material, pegang teguh prinsip zero accident, serta laksanakan manajemen resiko di tiap-tiap bagian dengan baik dan terencana” pungkasnya.
Pada kesempatan ini KSAL didampingi Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Agung Prasetiawan, para Asisten KSAL, para Pangkotama TNI AL, Deputi Pusat Teknologi Sumber Daya Alam BPPT Yudi Anantasena, dan Deputi Meteorology BMKG Guswanto, serta Guru Besar IPB Hendry M. Manik.
(cip)
Lihat Juga :