Strategi Airlangga Angkat Kehidupan Petani di Tengah Kondisi Pandemi
Selasa, 03 Agustus 2021 - 12:22 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan strategi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani di tengah kondisi pandemi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan strategi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani di tengah kondisi pandemi.
Baca juga: Airlangga Antisipasi Ketersediaan Oksigen dan Obat di Luar Jawa-Bali
Airlangga mengatakan yang pertama dilakukan adalah pembangunan food estate dalam rangka penguatan sistem pangan nasional. Dalam mengelola food estate ini akan dilakukan dengan sistem korporasi, yakni petani yang berkumpul dalam bentuk koperasi atau Gapoktan.
"Konsep ini akan lebih memudahkan dalam memberikan akses pendampingan, pembiayaan, dan fasilitas lain yang disediakan pemerintah yang bekerja sama dengan BUMN dan Swasta," kata Airlangga dalam Food and Agriculture Summit 2021, Selasa (3/8/2021).
Baca juga: Menko Airlangga: Pemerintah Pastikan Efikasi Vaksin Covid-19
"Model korporasi ini akan membuat petani semakin modern dari hulu ke hilir secara utuh. Dari hulu pencanangan one village one product atau one pesantren one product dalam tahap pendampingannya bisa dilakukan mulai dari penerapan teknologi, sertifikasi dan pembangunan sistem logistik terpadu, dan cold storage akan membuat petani mendapatkan hasil optimal baik on farm atau off farm," sambung Airlangga.
Strategi lain untuk meningkatkan pertanian yakni holtikultura berorientasi ekspor yang menurutnya terbukti meningkatkan pendapatan petani. Nantinya ada peran mitra yang akan menjadi off taker dan menyediakan bibit unggul, serta melakukan pendampingan sampai ke proses pengemasan.
Baca juga: Airlangga Antisipasi Ketersediaan Oksigen dan Obat di Luar Jawa-Bali
Airlangga mengatakan yang pertama dilakukan adalah pembangunan food estate dalam rangka penguatan sistem pangan nasional. Dalam mengelola food estate ini akan dilakukan dengan sistem korporasi, yakni petani yang berkumpul dalam bentuk koperasi atau Gapoktan.
"Konsep ini akan lebih memudahkan dalam memberikan akses pendampingan, pembiayaan, dan fasilitas lain yang disediakan pemerintah yang bekerja sama dengan BUMN dan Swasta," kata Airlangga dalam Food and Agriculture Summit 2021, Selasa (3/8/2021).
Baca juga: Menko Airlangga: Pemerintah Pastikan Efikasi Vaksin Covid-19
"Model korporasi ini akan membuat petani semakin modern dari hulu ke hilir secara utuh. Dari hulu pencanangan one village one product atau one pesantren one product dalam tahap pendampingannya bisa dilakukan mulai dari penerapan teknologi, sertifikasi dan pembangunan sistem logistik terpadu, dan cold storage akan membuat petani mendapatkan hasil optimal baik on farm atau off farm," sambung Airlangga.
Strategi lain untuk meningkatkan pertanian yakni holtikultura berorientasi ekspor yang menurutnya terbukti meningkatkan pendapatan petani. Nantinya ada peran mitra yang akan menjadi off taker dan menyediakan bibit unggul, serta melakukan pendampingan sampai ke proses pengemasan.
Lihat Juga :