Herd Immunity Sukar Dicapai, Luhut Ungkap Penyebabnya
Selasa, 03 Agustus 2021 - 08:47 WIB
loading...
Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, herd immunity sulit dicapai, karena efikasi pada setiap vaksin Covid-19 tak ada yang 100%. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa herd immunity sulit dicapai. Hal ini, kata Luhut karena efikasi pada setiap vaksin Covid-19 tidak ada yang 100%.
Baca juga: Kapolri Luncurkan Gerakan Vaksinasi Merdeka untuk Percepat Herd Immunity
"Herd immunity itu sulit dicapai karena efikasi dari pada setiap vaksin itu tidak ada yang 100%," ungkap Luhut dalam konferensi pers secara virtual lewat Youtube resmi Sekretariat Presiden, dikutip Selasa (3/8/2021).
Luhut mengungkapkan, dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia bertumpu pada tiga pilar. Baca juga: 30 Tahun Mengabdi, Sinergitas Alumni Akpol 91 dan Mahasiswa Percepat Herd Immunity
"Setelah mendengar pendapat dan masukan dari para ahli dan berdasarkan analisa gabungan para epidemiolog dari berbagai Universitas, maka pengendalian Covid-19 ke depan di Indonesia akan bertumpu pada tiga pilar yang tadi sudah disampaikan oleh Presiden," papar Luhut.
Pertama yakni peningkatan cakupan vaksinasi terutama di wilayah yang menjadi pusat mobilisasi dan ekonomi. Baca juga: Herd Immunity Terus Digalakan, Vaksinasi di Kota Bogor Terus Digencarkan
"Di antaranya pertama peningkatan cakupan secara cepat terutama pada wilayah-wilayah menjadi pusat mobilitas dan kegiatan ekonomi. Saat ini kami telah meningkatkan jumlah vaksinasi harian," kata Luhut.
Kedua, yakni mengendalikan pandemi dengan menurunkan angka reproduksi Covid-19. "Target kita dalam pengendalian pandemi Covid-19. Jadi reproduksi Covid-19 adalah rata-rata Jumlah kasus yang baru disebabkan ditularkan oleh setiap orang terinfeksi pada masa infeksius 10 sampai 14 Hari," ungkapnya.
"Merupakan perhitungan dari seberapa mudah virus dapat ditularkan durasi lama kontak antara sumber dengan populasi masyarakat yang rentan," papar Luhut.
Luhut menjelaskan angka reproduksi atau penularan dapat dikurangi dengan sebagai berikut mengurangi proporsi populasi yang rentan terhadap infeksi yaitu dengan 3M protokol yaitu pakai masker, cuci tangan, jaga jarak. Dan 3T, testing, tracing, dan treatment.
Kemudian, ketika yakni mengurangi populasi kontak restrictive pergerakan penduduk. "Ini yang kita lakukan sekarang. Jadi kita gerakan itu kita tahan dulu. Kemudian terakhir vaksinasi Covid-19 untuk membentuk komunitas," ucapnya.
"Ini penerapan protokol kesehatan 3M masif di seluruh komponen masyarakat. Jika ketiga dapat dilakukan maka penularan virus dapat dikontrol. Ini tadi strategi pengendalian Covid-19 Indonesia. Perjalanan Indonesia mengendalikan Covid-19," papar Luhut.
Baca juga: Kapolri Luncurkan Gerakan Vaksinasi Merdeka untuk Percepat Herd Immunity
"Herd immunity itu sulit dicapai karena efikasi dari pada setiap vaksin itu tidak ada yang 100%," ungkap Luhut dalam konferensi pers secara virtual lewat Youtube resmi Sekretariat Presiden, dikutip Selasa (3/8/2021).
Luhut mengungkapkan, dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia bertumpu pada tiga pilar. Baca juga: 30 Tahun Mengabdi, Sinergitas Alumni Akpol 91 dan Mahasiswa Percepat Herd Immunity
"Setelah mendengar pendapat dan masukan dari para ahli dan berdasarkan analisa gabungan para epidemiolog dari berbagai Universitas, maka pengendalian Covid-19 ke depan di Indonesia akan bertumpu pada tiga pilar yang tadi sudah disampaikan oleh Presiden," papar Luhut.
Pertama yakni peningkatan cakupan vaksinasi terutama di wilayah yang menjadi pusat mobilisasi dan ekonomi. Baca juga: Herd Immunity Terus Digalakan, Vaksinasi di Kota Bogor Terus Digencarkan
"Di antaranya pertama peningkatan cakupan secara cepat terutama pada wilayah-wilayah menjadi pusat mobilitas dan kegiatan ekonomi. Saat ini kami telah meningkatkan jumlah vaksinasi harian," kata Luhut.
Kedua, yakni mengendalikan pandemi dengan menurunkan angka reproduksi Covid-19. "Target kita dalam pengendalian pandemi Covid-19. Jadi reproduksi Covid-19 adalah rata-rata Jumlah kasus yang baru disebabkan ditularkan oleh setiap orang terinfeksi pada masa infeksius 10 sampai 14 Hari," ungkapnya.
"Merupakan perhitungan dari seberapa mudah virus dapat ditularkan durasi lama kontak antara sumber dengan populasi masyarakat yang rentan," papar Luhut.
Luhut menjelaskan angka reproduksi atau penularan dapat dikurangi dengan sebagai berikut mengurangi proporsi populasi yang rentan terhadap infeksi yaitu dengan 3M protokol yaitu pakai masker, cuci tangan, jaga jarak. Dan 3T, testing, tracing, dan treatment.
Kemudian, ketika yakni mengurangi populasi kontak restrictive pergerakan penduduk. "Ini yang kita lakukan sekarang. Jadi kita gerakan itu kita tahan dulu. Kemudian terakhir vaksinasi Covid-19 untuk membentuk komunitas," ucapnya.
"Ini penerapan protokol kesehatan 3M masif di seluruh komponen masyarakat. Jika ketiga dapat dilakukan maka penularan virus dapat dikontrol. Ini tadi strategi pengendalian Covid-19 Indonesia. Perjalanan Indonesia mengendalikan Covid-19," papar Luhut.
(maf)
Lihat Juga :