Vandalisme pada Baliho Puan, Pengamat: Bisa Dilihat Ini Ekspresi Masyarakat

Senin, 02 Agustus 2021 - 11:50 WIB
loading...
Vandalisme pada Baliho...
Aksi vandalisme baliho Ketua DPR Puan Maharani dinilai membuktikan bahwa putri Ketua Umum PDI) Megawati Soekarnoputri itu tidak disukai sebagian masyarakat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Aksi vandalisme terhadap baliho Ketua DPR RI Puan Maharani dinilai membuktikan bahwa putri Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri itu tidak disukai sebagian masyarakat. Adapun coretan di baliho Puan Maharani seperti Open BO, PKI dan Koruptor.

Baca juga: Baliho Puan Maharani Bertebaran di Tengah Pandemi, Pengamat Ingatkan Rakyat Butuh Makan

"Terkait aksi vandalisme baliho Puan Maharani, juga bisa dilihat bahwa baliho tersebut memperoleh resistensi dan ketidaksukaan sebagian masyarakat," ujar Pengamat politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam kepada SINDOnews, Senin (2/8/2021).

Baca juga: Publik Diyakini Paham Baliho Puan Maharani untuk Pilpres 2024

Dia menambahkan, ekspresi resistensi dan ketidaksukaannya ditunjukkan lewat aksi vandalisme dengan kata-kata kotor. Kendati demikian, menurut dia, aksi vandalisme tersebut tidak bisa dibenarkan karena menabrak aturan.

"Kalau tidak suka tentu bisa diekspresikan dengan cara konstitusional seperti kalau maju dalam Pilpres tidak usah didukung dan cara-cara lain," pungkasnya.

Diketahui, belakangan ini marak baliho dan billboard Puan Maharani di berbagai daerah. Beragam pesan dalam tulisan yang ada di baliho-baliho tersebut. Seperti "Kepak Sayap Kebhinekaan" hingga "Jaga Iman Jaga Imun".
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU PFII Jadi Undang-Undang
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Dokter Icha Akhiri Hidup...
Dokter Icha Akhiri Hidup usai Diduga Diintimidasi Legislator Daerah, Puan: Penyelidikan Harus Tuntas
Jokowi Lakukan Safari...
Jokowi Lakukan Safari Politik, Puan: Alangkah Baiknya Jaga Situasi Tetap Kondusif
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Salat di Masjid DPR,...
Salat di Masjid DPR, Puan Harap Iduladha 2026 Jadi Momen Rajut Kepedulian Sosial
Prabowo, Bahlil Lahadalia...
Prabowo, Bahlil Lahadalia hingga Puan Maharani Hadiri Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju
Dua Legislator PDIP...
Dua Legislator PDIP Desak Kementerian PU Tegur Kontraktor Sekolah Rakyat di Muncar
Rekomendasi
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Berita Terkini
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved