Anies Ingin Bukti Vaksinasi untuk Aktivitas di DKI, DPR: Bukan Ide Baru
Minggu, 01 Agustus 2021 - 17:40 WIB
loading...
A
A
A
Sebenarnya apa yang disampaikan Anies sudah dilakukan di PPKM Level 4. Seperti untuk syarat penerbangan, untuk tempat-tempat atau kegiatan dengan risiko penularan Covid yang tinggi. Jadi, kalau idenya mau diperluas boleh saja asalkan jumlah vaksinnya sudah banyak dan mudah didapat.
Baca juga: Berakhir 2 Agustus, Anies: Bukan Soal PPKM Level 4, tapi Keselamatan
"Ya kalau mau diperluas boleh-boleh saja, tetapi akan efektif bila vaksinnya banyak, tetapi kita ketahui bersama vaksin masih terbatas," kata politikus PDIP ini.
Bahkan ke depan, Rahmad menambahkan, tidak hanya di Jakarta, tapi juga untuk acara tertentu yang berisiko penularan tinggi, perlu juga mengadopsi ketentuan sebagaimana yang diterapkan di luar negeri, dalam rangka mempercepat proses vaksinasi.
"Saya kita tidak hanya di Indonesia, sehingga kegiatan-kegiatan berisiko tinggi terhadap penyebaran Covid-19 memang diharuskan menunjukkan bukti vaksin dulu. Itu menjadi satu pemikiran tapi belum bisa dalam waktu dekat ini, karena vaksinnya masih terbatas. Ketika bertanya, mana vaksin? Vaksinnya belum ada. Bapak atau ibu bisa nggak kalau saya vaksin saat itu juga? Itu kan akan menjadi pertanyaan," katanya.
Baca juga: Berakhir 2 Agustus, Anies: Bukan Soal PPKM Level 4, tapi Keselamatan
"Ya kalau mau diperluas boleh-boleh saja, tetapi akan efektif bila vaksinnya banyak, tetapi kita ketahui bersama vaksin masih terbatas," kata politikus PDIP ini.
Bahkan ke depan, Rahmad menambahkan, tidak hanya di Jakarta, tapi juga untuk acara tertentu yang berisiko penularan tinggi, perlu juga mengadopsi ketentuan sebagaimana yang diterapkan di luar negeri, dalam rangka mempercepat proses vaksinasi.
"Saya kita tidak hanya di Indonesia, sehingga kegiatan-kegiatan berisiko tinggi terhadap penyebaran Covid-19 memang diharuskan menunjukkan bukti vaksin dulu. Itu menjadi satu pemikiran tapi belum bisa dalam waktu dekat ini, karena vaksinnya masih terbatas. Ketika bertanya, mana vaksin? Vaksinnya belum ada. Bapak atau ibu bisa nggak kalau saya vaksin saat itu juga? Itu kan akan menjadi pertanyaan," katanya.
(abd)
Lihat Juga :