Jika PSBB Tak Efektif, Jokowi Disarankan Pilih Opsi Karantina Wilayah

Selasa, 21 April 2020 - 09:06 WIB
loading...
Jika PSBB Tak Efektif,...
Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay mengaku dirinya mengapresiasi langkah dan keinginan Presiden Jokowi untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PSBB yang telah diterapkan oleh pemerintah. Foto/dpr.go.id
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay mengaku dirinya mengapresiasi langkah dan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah diterapkan oleh pemerintah. Menurutnya, tentu evaluasi adalah sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan agar semua program dan target sasaran yang hendak dicapai itu dapat diperoleh dengan baik.

Selain itu, Saleh menganggap evaluasi ini juga untuk melihat efektivitas program pelaksanaan PSBB ini dalam rangka menanggulangi penyebaran virus Corona di Indonesia. Terlebih, sejauh ini diketahui bahwa mereka yang terpapar virus Corona ini semakin hari semakin banyak dan jumlah korban yang meninggal dunia pun tentu semakin banyak.

"Tentu harus dilihat mana yang perlu dilakukan perbaikan, mana yang harus ditingkatkan, di mana titik lemah dari program ini sehingga kelihatannya belum maksimal dan belum mampu menekan penyebaran virus ini di tengah masyarakat. Dan (evaluasi) itu satu hal yang betul-betul harus diapresiasi," ujar Saleh saat dihubungi SINDOnews, Selasa (21/4/2020).

Lebih lanjut Politikus PAN ini menyatakan, dalam melakukan evalusi itu diharapkan Presiden Jokowi dan para pembantunya mau membuka semua masukan-masukan yang disampaikan oleh masyarakat. Dia melihat sejauh ini sudah banyak saran, kritikan, aspirasi dan sebenarnya itu semua dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

"Oleh karena itu semua yang sudah disampaikan oleh masyarakat itu harus dibuka secara transparan oleh Presiden Jokowi dan memanggil semua pejabat yang terkait yang bertanggungjawab terhadap program yang sedang dievaluasi itu," tuturnya.

Di sisi lain, kata Saleh, sebagai sebuah evaluasi tentu harus dilakukan secara jujur, tidak ada yang perlu ditutupi. Dia menuturkan jika masih ada kelemahan maka harus diperbaiki sedangkan yang sudah bagus harus lebih diingkatkan. Dia berharap evaluasi yang diminta Presiden Jokowi agar program PSBB ini berimplikasi terhadap penyebaran virus Corona di Indonesia.

"Jika ketika dievaluasi tidak efektif, saya kira tidak ada salahnya Presiden Jokowi melakukan koreksi terhadap kebijakan PSBB itu. Karena menurut UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan masih ada opsi lain yang dipilih oleh pemerintah yaitu melakukan karantina wilayah," terangnya.

Mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini menilai karantina wilayah ini akan lebih tegas dan akan lebih fokus dan karantina wilayah dengan segala konskuensinya harus dipikirkan yang mana agar tertibnya aturan oleh masyarakat bisa diberikan kompensasi yang benar kepada masyarakat.

"Dengan begitu kita berharap tidak begitu lama kita bisa bebas dari ancaman virus Corona ini," tandasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Riwayat Kepangkatan...
Riwayat Kepangkatan Tito Karnavian, Mantan Kapolri yang Jadi Mendagri di Era Jokowi dan Prabowo
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Indro Warkop Gaungkan...
Indro Warkop Gaungkan Pesan Hidup Sehat Lewat Kebiasaan Harian
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
AS Tak Akan Selamatkan...
AS Tak Akan Selamatkan Sekutu NATO-nya Jika Dibom Nuklir Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved