DPR: Survei Lingkungan Belajar Kemendikbudristek untuk Dapatkan Data Faktual
Jum'at, 30 Juli 2021 - 14:58 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf menyatakan survei lingkungan belajar yang dilaksanakan Kemendikbudristek untuk menemukan data yang lebih faktual. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf menyatakan survei lingkungan belajar yang sedang dilaksanakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dipergunakan sebagai catatan untuk menemukan data yang lebih faktual. Dia menduga, hal ini tak lepas dari kekhawatiran pemerintah terhadap situasi kebangsaan yang berkembang saat ini.
Dia menyontohkan, temuan terdahulu memperlihatkan beberapa kampus di Indonesia yang terindikasi terpapar ajaran yang tidak sesuai Pancasila. “Nampaknya, ini mungkin dijadikan catatan agar ditemukan data yang lebih faktual," ujarnya kepada media di Jakarta, Kamis malam (29/7/2021).
Namun, dia enggan mengomentari lebih lanjut mengenai polemik terkait survei lingkungan belajar. “Kalau surveinya saya belum bisa jawab, nanti setelah kami lihat akan kami bahas di komisi," imbuhnya. Baca juga: Wujudkan Kesetaraan Gender, Survei Lingkungan Belajar Kemendikbudristek Diapresiasi
Yang jelas, kata dia, guru dan kepala sekolah punya peranan penting dalam menanamkan kemajemukan di sekolah. Selain itu, proses belajar mengajar dan kurikulum juga perlu dilakukan penyesuaian agar relevan dengan perkembangan zaman yang ada, termasuk mengakomodasi kebhinekaan.
Pengamat Pendidikan Ina Liem mengungkapkan survei lingkungan belajar dalam komponen asesmen nasional dipergunakan untuk memetakan sekolah atau daerah yang berpotensi menjadi batu sandungan bagi terbentuknya generasi muda yang berkebhinekaan. Nantinya, data survei dapat digunakan untuk membentuk kebijakan yang akan menjamin terlaksananya pendidikan yang berkebhinekaan. Baca juga: Kemendikbudristek Jalankan Survei Lingkungan Belajar, Dorong Iklim Keamanan dan Kebinekaan yang Baik
Menurut dia, setiap insan pendidikan yang Pancasilais tidak akan menganggap survei ini mengganggu iklim kebhinekaan. Anggapan bahwa survei ini memuat unsur SARA dan politis datang dari kelompok yang tidak ingin kebhinekaan menjadi warna di lingkungannya. “Mereka khawatir ideologi menolak Pancasila yang mereka usung akan tergusur perlahan, begitu pula semua unsur pendukungnya,” tegasnya
Dia menyontohkan, temuan terdahulu memperlihatkan beberapa kampus di Indonesia yang terindikasi terpapar ajaran yang tidak sesuai Pancasila. “Nampaknya, ini mungkin dijadikan catatan agar ditemukan data yang lebih faktual," ujarnya kepada media di Jakarta, Kamis malam (29/7/2021).
Namun, dia enggan mengomentari lebih lanjut mengenai polemik terkait survei lingkungan belajar. “Kalau surveinya saya belum bisa jawab, nanti setelah kami lihat akan kami bahas di komisi," imbuhnya. Baca juga: Wujudkan Kesetaraan Gender, Survei Lingkungan Belajar Kemendikbudristek Diapresiasi
Yang jelas, kata dia, guru dan kepala sekolah punya peranan penting dalam menanamkan kemajemukan di sekolah. Selain itu, proses belajar mengajar dan kurikulum juga perlu dilakukan penyesuaian agar relevan dengan perkembangan zaman yang ada, termasuk mengakomodasi kebhinekaan.
Pengamat Pendidikan Ina Liem mengungkapkan survei lingkungan belajar dalam komponen asesmen nasional dipergunakan untuk memetakan sekolah atau daerah yang berpotensi menjadi batu sandungan bagi terbentuknya generasi muda yang berkebhinekaan. Nantinya, data survei dapat digunakan untuk membentuk kebijakan yang akan menjamin terlaksananya pendidikan yang berkebhinekaan. Baca juga: Kemendikbudristek Jalankan Survei Lingkungan Belajar, Dorong Iklim Keamanan dan Kebinekaan yang Baik
Menurut dia, setiap insan pendidikan yang Pancasilais tidak akan menganggap survei ini mengganggu iklim kebhinekaan. Anggapan bahwa survei ini memuat unsur SARA dan politis datang dari kelompok yang tidak ingin kebhinekaan menjadi warna di lingkungannya. “Mereka khawatir ideologi menolak Pancasila yang mereka usung akan tergusur perlahan, begitu pula semua unsur pendukungnya,” tegasnya
Lihat Juga :