Istana Target Tahun Ini 137 Kasus Konflik Agraria Dituntaskan

loading...
Istana Target Tahun Ini 137 Kasus Konflik Agraria Dituntaskan
KSP Moeldoko meminta kementerian/lembaga, dan pihak terkait untuk fokus dalam percepatan Kebijakan Satu Peta atau One Map Policy. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, meminta kementerian/lembaga, dan pihak terkait untuk fokus dalam percepatan Kebijakan Satu Peta atau One Map Policy. Hal ini dilakukan demi meminimalisir potensi tindakan korupsi, konflik agraria, serta memberikan kepastian dan perlindungan hukum untuk masyarakat dan investor.

Baca juga: Penetapan Ranperda RTRW Lutra Tunggu Persetujuan Kementerian Agraria

"Saya hendak menegaskan komitmen kita bersama untuk melaksanakan Stranas Pencegahan Korupsi," kata Moeldoko dalam Webinar Aksi Pengukuhan Kawasan Hutan (PKH) dalam Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), dikutip dari siaran resmi KSP, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Libatkan CSO, Moeldoko Dinilai Ingin Percepat Penyelesaian Konflik Agraria



"Proses pengukuhan kawasan hutan ini merupakan permasalahan yang ada di hulu (up-stream), sehingga apabila tidak diselesaikan, maka di hilirnya, tidak akan tercipta pengelolaan kehutanan yang baik, yang juga berpotensi menghambat seluruh program pembangunan nasional," tambahnya.

Baca juga: Indah Putri Indriani Dorong Terwujudnya Kampung Tematik Reforma Agraria

Menurut dia diperlukan penguatan dan kolaborasi bersama guna percepatan PKH, khususnya di 5 provinsi prioritas yaitu Provinsi Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua.

"Hal itu harus tetap dilaksanakan dengan memperhatikan kelestarian, dan hak-hak masyarakat, seperti masyarakat adat dan masyarakat marjinal lainnya di pedesaan," jelasnya.

Menurutnya, hal ini sangat memungkinkan mengingat sudah tersedianya dukungan politik yang kuat dari Presiden, basis regulasi yang kuat melalui Stranas PK dan UU Cipta Kerja dan peraturan turunannya, serta dukungan partisipasi publik yang luas.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top