Lemhannas: Modal Sosial dan Budaya Jadi Kekuatan dalam Pemulihan Ekonomi
Jum'at, 23 Juli 2021 - 21:22 WIB
loading...
A
A
A
Hasil FGD 1 yang berlangsung pada 28 Mei 2021, menyatakan mModal budaya adalah emasnya Indonesia di masa mendatang yang dapat dikembangkan dan membantu pemulihan perekonomian nasional. Sementara hasil FGD kedua, yang fokus pada penguatan naskah seminar terutama yang berhubungan dengan ekosistem yang mendukung modal budaya yang sudah dihasilkan seperti yang sudah dibahas pada FGD 1
“Kemudian pada FGD ketiga, PPRA LXII fokus membahas diplomasi produk kreatif dan kuliner serta pengembangan rempah asli Indonesia sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional,’’ sambung Ketua Tim Perumus Materi Masura Ramidjal. Baca juga: Ketua DPR Puan Maharani Ingatkan Pemerintah Jujur dalam Penanganan Covid-19
Sementara itu, Deputi Pendidikan Lemhannas, Mayjend TNI Sugeng Santoso, menyampaikan, hasil kajian seminar nantinya dijadikan sebagai bahan masukan kepada pemerintah dan instansi yang terkait dengan alternatif dan strategi menghadapi berbagai permasalahan dan penanganan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.
"Para peserta diharapkan dapat menjaga berbagai informasi data dan fakta yang aktual, serta mampu menerima saran dan masukan dari para narasumber, sehingga dapat merumuskan dan merekomendasikan proses kebijakan tentang kekuatan modal sosial budaya yang telah ada di masyarakat menjadi sebuah kekuatan untuk menumbuhkan semangat gotong royong,"ungkap Mayjen TNI Sugeng.
Dia menilai, dengan adanya PPKM yang telah menjadi kebijakan pemerintah untuk menekan laju Covid-19, telah menyebabkan sebagian aktivitas terbatas bahkan terhenti dan berdampak terhadap aktivitas perekonomin nasional. Seluruh peserta PPRA LXII yang merupakan calon pimpinan tingkat nasional yang nantinya menjadi perumus dan penentu kebijakan, diharapkan untuk terus berperan aktif dalam memberikan sumbangan pemikiran yang kreatif dan inovatif untuk menangani permasalahan bangsa Indonesia saat ini.
Hadir sebagai narasumber, Menteri Koperasi dan UMKM RI Teten Masduki yang diwakilkan oleh Deputi Bidang Perkoperasian Ahmad Zabadi, Kemendes PDTT RI Ditjen Pengembangan Ekonomi & Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Harlina Sulistyorini, Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor Kemendag RI, Marolop Nainggolan, Ditjen Industri Agro Kemenperin RI, Putu Juli Ardika, dan Kemenparekraf RI Deputi bidang Ekonomi Digital dan Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor Kemendag RI, Marolop Nainggolan, menyampaikan, Selama pandemi Covid-19, terhitung pada Juli 2020 nilai ekspor sektor non migas Indonesia naik sebesar USD 163,30 Miliar dan surplus perdagangan naik USD 21 Miliar di tahun 2021. "Ini pertumbuhan ekspor terbesar sejak tahun 2011,” kata Kemendag RI, Marolop Nainggolan.
“Kemudian pada FGD ketiga, PPRA LXII fokus membahas diplomasi produk kreatif dan kuliner serta pengembangan rempah asli Indonesia sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional,’’ sambung Ketua Tim Perumus Materi Masura Ramidjal. Baca juga: Ketua DPR Puan Maharani Ingatkan Pemerintah Jujur dalam Penanganan Covid-19
Sementara itu, Deputi Pendidikan Lemhannas, Mayjend TNI Sugeng Santoso, menyampaikan, hasil kajian seminar nantinya dijadikan sebagai bahan masukan kepada pemerintah dan instansi yang terkait dengan alternatif dan strategi menghadapi berbagai permasalahan dan penanganan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.
"Para peserta diharapkan dapat menjaga berbagai informasi data dan fakta yang aktual, serta mampu menerima saran dan masukan dari para narasumber, sehingga dapat merumuskan dan merekomendasikan proses kebijakan tentang kekuatan modal sosial budaya yang telah ada di masyarakat menjadi sebuah kekuatan untuk menumbuhkan semangat gotong royong,"ungkap Mayjen TNI Sugeng.
Dia menilai, dengan adanya PPKM yang telah menjadi kebijakan pemerintah untuk menekan laju Covid-19, telah menyebabkan sebagian aktivitas terbatas bahkan terhenti dan berdampak terhadap aktivitas perekonomin nasional. Seluruh peserta PPRA LXII yang merupakan calon pimpinan tingkat nasional yang nantinya menjadi perumus dan penentu kebijakan, diharapkan untuk terus berperan aktif dalam memberikan sumbangan pemikiran yang kreatif dan inovatif untuk menangani permasalahan bangsa Indonesia saat ini.
Hadir sebagai narasumber, Menteri Koperasi dan UMKM RI Teten Masduki yang diwakilkan oleh Deputi Bidang Perkoperasian Ahmad Zabadi, Kemendes PDTT RI Ditjen Pengembangan Ekonomi & Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Harlina Sulistyorini, Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor Kemendag RI, Marolop Nainggolan, Ditjen Industri Agro Kemenperin RI, Putu Juli Ardika, dan Kemenparekraf RI Deputi bidang Ekonomi Digital dan Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor Kemendag RI, Marolop Nainggolan, menyampaikan, Selama pandemi Covid-19, terhitung pada Juli 2020 nilai ekspor sektor non migas Indonesia naik sebesar USD 163,30 Miliar dan surplus perdagangan naik USD 21 Miliar di tahun 2021. "Ini pertumbuhan ekspor terbesar sejak tahun 2011,” kata Kemendag RI, Marolop Nainggolan.
Lihat Juga :