Hari Anak Nasional: Yuk Dengarkan Suara Anak-anak Kita
Jum'at, 23 Juli 2021 - 20:21 WIB
loading...
A
A
A
Ada juga Valentina (16) dari Sintang, Kalbar yang berharap perkawinan anak bisa dicegah dan Iyen (16) dari Sikka, NTT yang berharap kekerasan seksual bisa dihentikan.
Sekretaris Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Maydian Werdiastuti Mardian Widyastuti mengatakan, "Isu-isu yang diangkat oleh adik-adik ini memang banyak terjadi di masa pandemi, kesehatan mental, pengasuhan, gizi, perkawinan anak. Yuk kita bersama-sama melakukan sesuatu, jika ada masukan silakan disampaikan."
Apresiasi serupa disampaikan oleh Monita Tahalea, Hope Ambassador WVI yang juga penyanyi yang peduli pada perlindungan anak. "Dari yang disampaikan adik-adik, saya jadi terinformasi dan jadi aware dengan keadaan teman-teman di berbagai daerah. Hasil penelitian itu juga pasti meningkatkan kesadaran kalian tentang apa yang terjadi di sekitar kalian. Hal-hal seperti ini penting lho jadi bahan obrolan dengan teman-teman, kalian bisa menjadi influencer di lingkungan kalian, dan mulai aktif mencari informasi, mengetahui ke mana harus melapor ketika terjadi sesuatu pada anak-anak di sekitar lingkungan kalian," tutur Monita. Baca juga: Peringatan Hari Anak Nasional, Puluhan Bocah Blitar Jadi Korban Kekerasan Seksual
WVI sebelumnya selama 2 pekan juga telah menyebarkan form komitmen perlindungan anak yang dapat diisi oleh siapapun dalam link berikut: bit.ly/komitmenlindungianak. Hingga Jumat (23/7/2021), sebanyak 492 orang berkomitmen untuk mencegah dan membantu anak-anak dalam masalah perkawinan anak. Sebanyak 492 orang berkomitmen untuk berupaya mencegah dan merespona anak mengalami kekerasan, baik fisik, mental ataupun seksual. Sebanyak 490 orang berkomitmen untuk mendapatkan vaksin COVID-19 dan mematuhi protokol kesehatan untuk melindungi anak di sekitarnya.
Sekretaris Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Maydian Werdiastuti Mardian Widyastuti mengatakan, "Isu-isu yang diangkat oleh adik-adik ini memang banyak terjadi di masa pandemi, kesehatan mental, pengasuhan, gizi, perkawinan anak. Yuk kita bersama-sama melakukan sesuatu, jika ada masukan silakan disampaikan."
Apresiasi serupa disampaikan oleh Monita Tahalea, Hope Ambassador WVI yang juga penyanyi yang peduli pada perlindungan anak. "Dari yang disampaikan adik-adik, saya jadi terinformasi dan jadi aware dengan keadaan teman-teman di berbagai daerah. Hasil penelitian itu juga pasti meningkatkan kesadaran kalian tentang apa yang terjadi di sekitar kalian. Hal-hal seperti ini penting lho jadi bahan obrolan dengan teman-teman, kalian bisa menjadi influencer di lingkungan kalian, dan mulai aktif mencari informasi, mengetahui ke mana harus melapor ketika terjadi sesuatu pada anak-anak di sekitar lingkungan kalian," tutur Monita. Baca juga: Peringatan Hari Anak Nasional, Puluhan Bocah Blitar Jadi Korban Kekerasan Seksual
WVI sebelumnya selama 2 pekan juga telah menyebarkan form komitmen perlindungan anak yang dapat diisi oleh siapapun dalam link berikut: bit.ly/komitmenlindungianak. Hingga Jumat (23/7/2021), sebanyak 492 orang berkomitmen untuk mencegah dan membantu anak-anak dalam masalah perkawinan anak. Sebanyak 492 orang berkomitmen untuk berupaya mencegah dan merespona anak mengalami kekerasan, baik fisik, mental ataupun seksual. Sebanyak 490 orang berkomitmen untuk mendapatkan vaksin COVID-19 dan mematuhi protokol kesehatan untuk melindungi anak di sekitarnya.
(kri)
Lihat Juga :