Heboh Poster Moeldoko yang Disoal Kubu AHY, Pengamat: Strategi Tebar Umpan

loading...
Heboh Poster Moeldoko yang Disoal Kubu AHY, Pengamat: Strategi Tebar Umpan
Pengamat Politik, Fadhli Harahab ikut mengomentari poster ucapan selamat Hari Raya Idul Adha oleh Kepala KSP, Moeldoko yang mengatasnamakan Ketum Partai Demokrat lengkap dengan seragam kebesaran berwarna biru. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pengamat Politik, Fadhli Harahab ikut mengomentari poster ucapan selamat Hari Raya Idul Adha oleh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko yang mengatasnamakan Ketum Partai Demokrat lengkap dengan seragam kebesaran berwarna biru. Poster yang beredar di kalangan masyarakat pun menuai reaksi dari Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mengklaim sebagai kepengurusan yang sah.

Menurut Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) ini, dalam situasi kacau akibat konflik internal, kondisi semacam ini akan mudah terjadi karena saling klaim kepemilikan sah. Kubu Moeldoko sendiri diketahui sedang mengajukan sengketa ke PTUN. Baca juga: Reaksi Kubu AHY Terkait Ucapan Idul Adha Moeldoko sebagai Ketum Demokrat

"Mudah saja menilainya, karena kedua kubu masih dalam pusaran konflik. Kubu AHY merasa sudah menjadi pemilik sah karena hasil KLB ditolak Kemenkumham, sementara kubu Moeldoko juga demikian, karena tengah mengajukan sengketa ke PTUN," kata Fadhli saat dihubungi, Kamis (22/7/2021).

Fadhli menduga ada yang mencoba memainkan strategi lempar umpan dalam konflik Partai Demokrat ini.



"Yang namanya umpan pasti jebakan atau tipuan. Dan ada yang sedang memainkan strategi tebar umpan itu," terangnya.

Tujuannya, lanjut analis politik asal UIN Jakarta itu, bisa untuk memecah konsentrasi lawan sehingga tertuju pada satu titik isu tertentu atau juga mengulik strategi lawan. Baca juga: Sebut Kubu SBY-AHY Gerombolan, Moeldoko Cs: Tujuan Utama Mereka Nyerang Pemerintahan Jokowi

"Konteks konflik Demokrat yang sudah masuk PTUN, saya kira kedua kubu memiliki kepentingan yang sama, bagaimana menang dalam sengketa. Nah, bagaimana kemudian lawan dapat mengendus langkah yang digunakan, tentu saja perlu strategi," pungkasnya.
(kri)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top