Tokoh Muda Muhammadiyah Sebut Beban Hidup Masyarakat Berat, Saatnya Saling Membantu
Kamis, 22 Juli 2021 - 12:01 WIB
loading...
Tokoh muda Muhammadiyah, Defy Indiyanto Budiarto merespons positif perpanjangan PPKM Darurat yang diambil pemerintah. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah telah memutuskan memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) Darurat hingga 25 Juli dengan catatan. Jika tren penurunan terus terjadi, pemerintah akan membuka pembatasan secara bertahap mulai 26 Juli 2021.
Tokoh muda Muhammadiyah , Defy Indiyanto Budiarto merespons positif perpanjangan PPKM Darurat yang diambil pemerintah. Alasannya, angka kasus Covid-19 di Tanah Air masih cukup tinggi, meskipun mulai ada kecenderungan menurun. Data dari Satgas Covid-19 Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa penambahan harian per Selasa (21/7/2021), masih ada 33.772 kasus baru dalam 24 jam.
"Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika ketika kasus masih cukup tinggi kemudian dibuka begitu saja. Tentu pemerintah sudah memiliki pertimbangan matang kenapa perpanjangan hanya dilakukan lima hari. Salah satunya adalah bagaimana ekonomi masyarakat bisa tetap bergerak, sebab kita tahu bahwa PPKM Darurat cukup berdampak pada roda perekonomian masyarakat," ujar Defy, Kamis (22/7/2021).
Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Pemerintah Siapkan Rp55,21 Triliun
Karena itu, ia mengingatkan pemerintah agar benar-benar memperhatikan nasib masyarakat yang terdampak dari kebijakan PPKM Darurat, misalnya para pekerja yang terpaksa harus berhenti bekerja dan mereka tidak mendapatkan gaji tetap bulanan.
"Sektor-sektor pekerja seperti ini harus mendapatkan perhatian khusus. Bagaimana kelompok masyarakat seperti ini bisa memenuhi kebutuhan hariannya jika mereka tidak bisa bekerja, termasuk kelompok lain yang terkena dampak dari pandemi ini. Tentu bantuan pemerintah mutlak harus diberikan, sebagaimana amanat UU," katanya.
Tokoh muda Muhammadiyah , Defy Indiyanto Budiarto merespons positif perpanjangan PPKM Darurat yang diambil pemerintah. Alasannya, angka kasus Covid-19 di Tanah Air masih cukup tinggi, meskipun mulai ada kecenderungan menurun. Data dari Satgas Covid-19 Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa penambahan harian per Selasa (21/7/2021), masih ada 33.772 kasus baru dalam 24 jam.
"Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika ketika kasus masih cukup tinggi kemudian dibuka begitu saja. Tentu pemerintah sudah memiliki pertimbangan matang kenapa perpanjangan hanya dilakukan lima hari. Salah satunya adalah bagaimana ekonomi masyarakat bisa tetap bergerak, sebab kita tahu bahwa PPKM Darurat cukup berdampak pada roda perekonomian masyarakat," ujar Defy, Kamis (22/7/2021).
Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Pemerintah Siapkan Rp55,21 Triliun
Karena itu, ia mengingatkan pemerintah agar benar-benar memperhatikan nasib masyarakat yang terdampak dari kebijakan PPKM Darurat, misalnya para pekerja yang terpaksa harus berhenti bekerja dan mereka tidak mendapatkan gaji tetap bulanan.
"Sektor-sektor pekerja seperti ini harus mendapatkan perhatian khusus. Bagaimana kelompok masyarakat seperti ini bisa memenuhi kebutuhan hariannya jika mereka tidak bisa bekerja, termasuk kelompok lain yang terkena dampak dari pandemi ini. Tentu bantuan pemerintah mutlak harus diberikan, sebagaimana amanat UU," katanya.
Lihat Juga :