Regenerasi Nakes, Pemerintah Harus Benahi Sistem Pendidikan dan Insentif

Rabu, 21 Juli 2021 - 16:46 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Seribu Lebih Nakes Gugur di Tengah Pandemi

Di kondisi sekarang, sambung Dicky, sangat banyak sistem yang harus dibenahi, termasuk di dalamnya sistem pendidikan. Menurut dia, perbandingan nakes dengan jumlah penduduk Indonesia belum memadai. "Kita melihat ujian terhadap sistem, termasuk sistem pendidikan kita bahwa pertama ya tentu tenaga kesehatan kita berbanding penduduk ini belum memadai," ucapnya.

Berdasarkan catatannya, untuk cakupan wilayah ASEAN, jumlah nakes Indonesia masih dapat dibilang berada di level bawah. Jadi, jelas Dicky, empat dokter itu kurang lebih melayani 10 sampai 20 ribuan penduduk. "Itu tentu tetap tidak memadai dan proporsional. Ditambah lagi, konsentrasinya banyak di Pulau Jawa atau kota-kota besar saja," bebernya.

Kemudian, perawat jumlahnya hanya dua per 10 ribu. Hal itu, kata Dicky, menunjukkan angka yang cukup rendah. Kendati demikian, jika berbicara apa yang disebut nakes, tak hanya dokter dan perawat, namun epidemiolog juga termasuk. Menurutnya, proses untuk menjadi epidemiolog tidaklah instan. Menurutnya, membutuhkan proses yang panjang.

Dicky mencontohkan dirinya yang berlatar belakang pendidikan dokter, kemudian menjadi epidemiolog, dan seiring berjalannya waktu memilih menjadi peneliti di bidang pandemi. "Setidaknya ada pendidikan epidemilolog yang S1, tapi ini bukan epidemiolog saja ya, semua yang menunjang kesehatan. Ini harus menjadi evaluasi, tentu jumlahnya kurang sekali," jelasnya.

Dia menjelaskan, hal yang berkaitan dengan proses regenerasi memanglah harus ditata ulang dalam kondisi pandemi seperti saat sekarang. Bila menelisik ke depan, tantangan terkait masalah kesehatan yang dihadapi akan semakin rumit, kerap, dan sering. "Ini harusnya jadi pembelajaran kita, karena memang ya jumlahnya belum banyak," tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cagub Sulteng Ahmad...
Cagub Sulteng Ahmad Ali Pastikan Guru Honorer dan Tenaga Kesehatan Dapat Gaji Layak
Prabowo Pimpin Pembekalan...
Prabowo Pimpin Pembekalan 40 Nakes TNI yang Akan ke Gaza
Menkes Akan Naturalisasi...
Menkes Akan Naturalisasi Dokter agar Nakes Naik Kelas
Ganjar-Mahfud Janjikan...
Ganjar-Mahfud Janjikan Uang Saku bagi Kader Posyandu Jika Terpilih di Pilpres 2024
Ganjar-Mahfud Komitmen...
Ganjar-Mahfud Komitmen Beri Insentif Nakes di Wilayah 3T hingga Bangun Industri Alkes di KEK
Siti Atikoh: Ganjar-Mahfud...
Siti Atikoh: Ganjar-Mahfud Bakal Beri Insentif untuk Kader Posyandu
Ratusan Tenaga Kesehatan...
Ratusan Tenaga Kesehatan Bersinergi, Dorong Kepercayaan Publik terhadap Imunisasi
Kolaborasi Tenaga Kesehatan...
Kolaborasi Tenaga Kesehatan dan Edukasi Publik di Hari Prematur Sedunia 2025
Kronologi Viralnya 2...
Kronologi Viralnya 2 Nakes Live TikTok di Ruang Operasi Jombang, Langsung Dipecat!
Rekomendasi
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
PMGO 2026 Cetak Rekor...
PMGO 2026 Cetak Rekor Guinness, Lebih dari 1,2 Juta Pendaftar Turnamen
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved