Peringatan 15 Tahun Silent Tsunami Pangandaran yang Menewaskan 650 Orang

Minggu, 18 Juli 2021 - 00:35 WIB
loading...
Peringatan 15 Tahun Silent Tsunami Pangandaran yang Menewaskan 650 Orang
Tsunami di selatan Pulau Jawa pada 2006 menewaskan 650 orang, mengakibatkan 520 orang luka-luka, dan 33 orang lainnya hilang hingga kini. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Tidak terasa, 15 tahun sudah silent tsunami Pangandaran berlalu. Peristiwa yang terjadi tepat pada 17 Juli 2006 itu berawal dari gempa bumi berkekuatan 6,8 SR jam 3 sore.

Silent Tsunami Pangandaran ini sangat berbahaya, dan menghantam sepanjang 500 KM kawasan pantai selatan Jawa, dan menghancurkan sebagian besar wilayah pesisir Jawa Barat, Jawa Tengah, bahkan hingga ke Jawa Timur.

Dikutip dari BNPB Indonesia, silent tsunami Pangandaran ini menewaskan sebanyak 650 orang, mengakibatkan 520 orang lainnya luka-luka, dan 33 orang lainnya hilang hingga kini.

Baca juga: Pandeglang Gempa Tektonik 5,2 SR, BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami

Kerusakan bangunan yang ditimbulkan oleh bencana ini juga cukup besar, yakni menyebabkan sebanyak 1.777 rumah rusak berat, 585 rumah rusak ringan, dan merusak 43 bangunan fasilitas umum.

Di Jawa Barat, wilayah paling terdampak silent tsunami yaitu Pangandaran dengan korban jiwa sebanyak 413 orang, 37 korban luka, dan 15 orang hilang. Selanjutnya wilayah Tasikmalaya dengan korban tewas 63 orang.

Di wilayah Tasikmalaya juga, sebanyak 103 orang dilaporkan terluka. Sedang wilayah terakhir di Jawa Barat yang terkena dampak paling parah adalah Garut dengan jumlah korban jiwa 2 orang dan 2 orang lainnya hilang.

Lantas apa yang bisa dipetik dari pelajaran 15 tahun silent tsunami Pangandaran? Pertama, jika mengetahui ada tsunami jauhi garis pantai, lari menjauhi pantai, dan pergi ketempat yang lebih tinggi atau bangunan tinggi.

Saat terjadi Tsunami, hindari naik kendaraan. Jika saat terjadi Tsunami, anda berada di luat, pacu kapal ke tengah laut, dan terakhir jangan kembali ke sekitar pantai sampai ada informasi aman dari pihak berwenang.
(muh)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2829 seconds (11.97#12.26)