Kasus Harian Covid-19 Pecah Rekor Terus, Langkah Strategis Pemerintah Dinanti
Jum'at, 16 Juli 2021 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
Dia optimistis pada minggu depan kasus dapat mulai dikendalikan. Pasalnya mobilitas masyarakat berhasil ditekan. "Jadi kami berharap minggu depan sudah mulai mungkin kalau semua berjalan kita disiplin akan mulai flattening atau mulai akan merata (melandai). Dan kemudian kita harap nanti cenderung akan terkendali," katanya.
Baca juga: Ini Dalih Kemenkes Mengapa Kasus Covid-19 Pecah Rekor Terus
Namun bagi epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, kondisi saat ini telah menjadikan Indonesia episentrum Covid-19. Hal ini terlihat dari jumlah kasus sangat banyak.
"Sekarang sudah jadi episentrum baru Covid-19. Dan dua hari terakhir sudah jadi episentrum baru. Dan bicara episentrum itu ya negara yang memang memiliki kasus infeksi terbanyak. Jadi sudah masuk kategori itu," katanya saat dihubungi, Kamis (15/7/2021).
Dia menyebut tingginya kasus covid disebabkan karena beberapa hal. Salah satunya testing hingga kini belum tercapai. Meski begitu Dicky menilai PPKM Darurat masih berpotensi efektif menekan kasus.
"PPKM Darurat ini memang bukan yang sempurna tapi masih punya potensi untuk efektif asal diperkuat dan dilakukan secara benar. Misalnya testingnya benar-benar 500.000 minimal. Sekarang harusnya sudah lebih lah. Dan WFH (work from home atau bekerja dari rumah) benar-benar 100%," katanya.
Baca juga: Ini Dalih Kemenkes Mengapa Kasus Covid-19 Pecah Rekor Terus
Namun bagi epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, kondisi saat ini telah menjadikan Indonesia episentrum Covid-19. Hal ini terlihat dari jumlah kasus sangat banyak.
"Sekarang sudah jadi episentrum baru Covid-19. Dan dua hari terakhir sudah jadi episentrum baru. Dan bicara episentrum itu ya negara yang memang memiliki kasus infeksi terbanyak. Jadi sudah masuk kategori itu," katanya saat dihubungi, Kamis (15/7/2021).
Dia menyebut tingginya kasus covid disebabkan karena beberapa hal. Salah satunya testing hingga kini belum tercapai. Meski begitu Dicky menilai PPKM Darurat masih berpotensi efektif menekan kasus.
"PPKM Darurat ini memang bukan yang sempurna tapi masih punya potensi untuk efektif asal diperkuat dan dilakukan secara benar. Misalnya testingnya benar-benar 500.000 minimal. Sekarang harusnya sudah lebih lah. Dan WFH (work from home atau bekerja dari rumah) benar-benar 100%," katanya.
Lihat Juga :