Anggap Pendidikan Cermin Intelektualitas Capres, Peneliti LIPI Kritik Syarat SMA
Selasa, 13 Juli 2021 - 21:10 WIB
loading...
A
A
A
"Mestinya ini dicatat oleh pemimpin partai. Jangan disodorkan karena faktor popularitas minus kapasitas tetap didorong. Karena di UU boleh minimal SLTA bisa jadi dibajak, karena banyak pembajakan kan UU tidak melarang sehingga terjadi pembajakan," pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI) Ali Rif'an menyebut bahwa dari hasil penelitian yang ditujukan kepada para pakar, aktivis dan sejumlah tokoh masyarakat berharap calon presiden harus memiliki aspek karakter dan integritas dengan nilai 35,6 persen, visi dan intelektualitas sebanyak 24,2 persen, dan track record/rekam jejak 18,2 persen merupakan aspek yang paling penting dan harus dimiliki oleh seorang Presiden RI 2024.
Survei dilakukan 2-10 Juli 2021 dengan melibatkan 130 pakar/public opinion makers dan menggunakan metode purposive sampling, yakni sampling diambil tidak secara acak dan sesuai dengan jumlah sampel yang telah ditetapkan mulai dari akademisi, aktivis mahasiswa, pemimpin parpol dan sejumlah elemen lain.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI) Ali Rif'an menyebut bahwa dari hasil penelitian yang ditujukan kepada para pakar, aktivis dan sejumlah tokoh masyarakat berharap calon presiden harus memiliki aspek karakter dan integritas dengan nilai 35,6 persen, visi dan intelektualitas sebanyak 24,2 persen, dan track record/rekam jejak 18,2 persen merupakan aspek yang paling penting dan harus dimiliki oleh seorang Presiden RI 2024.
Survei dilakukan 2-10 Juli 2021 dengan melibatkan 130 pakar/public opinion makers dan menggunakan metode purposive sampling, yakni sampling diambil tidak secara acak dan sesuai dengan jumlah sampel yang telah ditetapkan mulai dari akademisi, aktivis mahasiswa, pemimpin parpol dan sejumlah elemen lain.
(muh)
Lihat Juga :