Sandiaga Ungkap Persiapan Indonesia Jadi Destinasi Utama Wisata Halal Dunia
Senin, 12 Juli 2021 - 20:51 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Uno melihat peluang besar pariwisata halal. Pihaknya tengah fokus menyiapkan Indonesia sebagai destinasi utama wisata halal di dunia. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno melihat adanya peluang besar di sektor pariwisata halal. Karena itu, pihaknya kini tengah fokus menyiapkan Indonesia sebagai destinasi utama wisata halal di dunia.
Baca juga: SASA dan Walubi Berkolaborasi Mengadakan Vaksin Gratis, Aman dan Halal
Sandiaga mengatakan tiga negara yang menjadi tujuan wisata muslim dunia ASEAN adalah Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Indonesia punya peluang besar karena memiliki pemenang tingkat dunia.
"Ada 10 destinasi pariwisata ramah muslim di Indonesia, ini menarik. Kita sudah memiliki pemenang tingkat dunia, yakni Lombok, Aceh, Sumatra Barat, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Riau dan Kepulauan Riau, dan Sulawesi Selatan. Ini destinasi-destinasi yang menjanjikan untuk perkembangan ke depan," kata Sandiaga dalam keterangannya, Senin (12/7/2021).
Baca juga: Strategi Sandiaga Jadikan Indonesia Tujuan Utama Wisata Halal di Dunia
Tak hanya memiliki banyak dedtinasi halal, Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar juga memiliki layanan halal di sektor lain. Mulai dari makanan, fashion, hingga perbankan.
Hal itu terungkap pada peringkat Indonesia pada Global Islamic Economy Indicator 2021 yang berada di posisi keempat, naik satu peringkat dari tahun 2019. Posisi ini berada di bawah Malaysia, Saudi Arabia, dan UAE.
Baca juga: Modernland Bangun Zona Industri Halal Pertama di Indonesia
Sementara Halal Food Indonesia, kini berada di posisi ke-4, sebelumnya bahkan tidak masuk sepuluh besar. Selanjutnya, pada sektor Islamic Finance, Indonesia turun satu peringkat dari tahun 2019 dan kini di posisi ke-6 sama dengan Muslim-friendly Travel serta Pharm & Cosmetics.
Untuk Modest Fashion, Indonesia tidak naik dan tidak turun, tetap di posisi ketiga. Sedangkan untuk Media & Creation, Indonesia berhasil mencapai posisi ke-5.
Sandiaga menjelaskan, sudah dilakukannya berbagai inovasi dan digitalisasi untuk mengembangkan pariwisata halal. "Contohnya adalah dorongan pengembangan gerakan beli produk halal Indonesia, pengembangan aplikasi dompet digital syariah, serta kerja sama dengan Kemenag, MUI, hingga Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)," kata Sandiaga.
Baca juga: SASA dan Walubi Berkolaborasi Mengadakan Vaksin Gratis, Aman dan Halal
Sandiaga mengatakan tiga negara yang menjadi tujuan wisata muslim dunia ASEAN adalah Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Indonesia punya peluang besar karena memiliki pemenang tingkat dunia.
"Ada 10 destinasi pariwisata ramah muslim di Indonesia, ini menarik. Kita sudah memiliki pemenang tingkat dunia, yakni Lombok, Aceh, Sumatra Barat, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Riau dan Kepulauan Riau, dan Sulawesi Selatan. Ini destinasi-destinasi yang menjanjikan untuk perkembangan ke depan," kata Sandiaga dalam keterangannya, Senin (12/7/2021).
Baca juga: Strategi Sandiaga Jadikan Indonesia Tujuan Utama Wisata Halal di Dunia
Tak hanya memiliki banyak dedtinasi halal, Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar juga memiliki layanan halal di sektor lain. Mulai dari makanan, fashion, hingga perbankan.
Hal itu terungkap pada peringkat Indonesia pada Global Islamic Economy Indicator 2021 yang berada di posisi keempat, naik satu peringkat dari tahun 2019. Posisi ini berada di bawah Malaysia, Saudi Arabia, dan UAE.
Baca juga: Modernland Bangun Zona Industri Halal Pertama di Indonesia
Sementara Halal Food Indonesia, kini berada di posisi ke-4, sebelumnya bahkan tidak masuk sepuluh besar. Selanjutnya, pada sektor Islamic Finance, Indonesia turun satu peringkat dari tahun 2019 dan kini di posisi ke-6 sama dengan Muslim-friendly Travel serta Pharm & Cosmetics.
Untuk Modest Fashion, Indonesia tidak naik dan tidak turun, tetap di posisi ketiga. Sedangkan untuk Media & Creation, Indonesia berhasil mencapai posisi ke-5.
Sandiaga menjelaskan, sudah dilakukannya berbagai inovasi dan digitalisasi untuk mengembangkan pariwisata halal. "Contohnya adalah dorongan pengembangan gerakan beli produk halal Indonesia, pengembangan aplikasi dompet digital syariah, serta kerja sama dengan Kemenag, MUI, hingga Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)," kata Sandiaga.
(maf)
Lihat Juga :