Soal TWK KPK, Fahri: Pemberantasan Korupsi Harus Lebih Sistemik
Sabtu, 10 Juli 2021 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
"Hal-hal yang terkait permainan politik atau respons-respons politik terkait polemik 51 pegawai KPK yang tidak lulus TWK sudah harus diakhiri karena tidak sehat buat publik," imbuhnya.
Hendardi menambahkan seringkali ada manipulasi atau pernyataan tendensius dari kelompok 51 KPK dimana mereka selalu menyebut tanpa mereka kasus-kasus besar tidak akan bisa dibongkar.
"Saya kira itu hanya kekonyolan saja. Karena kasus besar dimanapun memang selalu terkait kekuasaan dan partai politik, tapi kasus besar bukan hanya terkait tentang Bansos atau jual beli jabatan tetapi juga kasus Bank Century, Hambalang, Formula E DKI Jakarta, e-KTP juga itu kasus triliunan Rupiah," ujanya.
Aktivis HAM yang selama ini memperjuangkan kesetaraan dan keberagaman itu menegaskan pernyataan isu KPK akan runtuh tanpa mereka merupakan jurus pendekar mabuk.
"Mengkultus individukan mereka, padahal KPK yang kita kenal harusnya bekerja secara kolektif kolegial. Karena itu ke depan harus ada perbaikan sistemik dalam penyelamatan keuangan negara," harapnya.
Hendardi menambahkan seringkali ada manipulasi atau pernyataan tendensius dari kelompok 51 KPK dimana mereka selalu menyebut tanpa mereka kasus-kasus besar tidak akan bisa dibongkar.
"Saya kira itu hanya kekonyolan saja. Karena kasus besar dimanapun memang selalu terkait kekuasaan dan partai politik, tapi kasus besar bukan hanya terkait tentang Bansos atau jual beli jabatan tetapi juga kasus Bank Century, Hambalang, Formula E DKI Jakarta, e-KTP juga itu kasus triliunan Rupiah," ujanya.
Aktivis HAM yang selama ini memperjuangkan kesetaraan dan keberagaman itu menegaskan pernyataan isu KPK akan runtuh tanpa mereka merupakan jurus pendekar mabuk.
"Mengkultus individukan mereka, padahal KPK yang kita kenal harusnya bekerja secara kolektif kolegial. Karena itu ke depan harus ada perbaikan sistemik dalam penyelamatan keuangan negara," harapnya.
Lihat Juga :