Pengamat: Julukan untuk Ma'ruf Amin dan Puan Sulit Dibantah

Kamis, 08 Juli 2021 - 09:43 WIB
loading...
Pengamat: Julukan untuk...
Julukan yang diberikan BEM KM Unnes kepada Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Presiden Maruf Amin dinilai kritik genre baru. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Julukan yang diberikan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang ( BEM KM Unnes ) kepada Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dinilai kritik genre baru. Diketahui, BEM KM Unnes baru-baru ini menjuluki Puan Maharani sebagai Queen of Ghosting dan Ma'ruf Amin sebagai King of Silent.

"Hal tersebut merupakan kritik genre baru, arus baru kritik terhadap pemerintah menggunakan sarana media sosial. Termasuk kritik pada Puan dan Ma'ruf Amin," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Kamis (8/7/2021).

Menurut dia, kritikan dari BEM KM Unnes itu sangat efektif dan bisa membuat publik paham apa yang dikritik oleh kalangan mahasiswa. "Dan membuat pihak yang dikritik juga kebakaran jenggot," ujarnya.

Baca juga: Julukan untuk Pemimpin Negara Indikasikan Turunnya Kepercayaan Masyarakat

Dia pun menilai tidak ada salah dari julukan yang diberikan BEM KM Unnes itu kepada Puan Maharani dan Ma'ruf Amin (MA). "Apa yang dikritik oleh BEM tersebut merupakan kondisi objektif di lapangan. Apakah mereka berdua (Puan dan MA) seperti itu. Tentu mereka berdua yang harus bercermin diri. Apa yang dikritik oleh BEM kepada Puan dan MA itu mencerminkan fakta yang sulit untuk bisa dibantah," ujarnya.

Ujang pun menyarankan Puan Maharani dan Ma'ruf Amin bisa bijak menyikapi kritikan dari BEM KM Unnes tersebut. "Biarkan kritik itu menghujam mereka berdua. Terima kritik dengan lapang dada," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Soal Film Pesta Babi,...
Soal Film Pesta Babi, TNI AD: Kami Tak Antikritik, tapi Kritik Harus Berdasarkan Data dan Fakta
Aktivis Perempuan Nilai...
Aktivis Perempuan Nilai Kritik Amien Rais Tak Lazim, Cenderung Ciptakan Kegaduhan
Pernyataan Saiful Mujani...
Pernyataan Saiful Mujani dan Islah Bahrawi Dinilai Bukan Makar
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Dokter Wanita Ini Dihukum...
Dokter Wanita Ini Dihukum Penjara 30 Tahun karena Mengkritik Presiden di Grup WhatsApp
Kritik Pemerintah, Jerome...
Kritik Pemerintah, Jerome Polin Dapat DM Intimidasi
Rekomendasi
Inflasi Jakarta Terjaga...
Inflasi Jakarta Terjaga pada Level 0,41%, Terendah di Pulau Jawa
Naik 81%, Laba PTPN...
Naik 81%, Laba PTPN Group Tembus 6,39 Triliun
Jakarta Pro Cycling...
Jakarta Pro Cycling Team Raih 5 Medali di Kejurnas Road 2026, Aligya Keiko Bersinar dengan Emas
Berita Terkini
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Kategori Media dan Hiburan
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Pakar Hukum Tegaskan...
Pakar Hukum Tegaskan Karya Jurnalistik Tak Bisa Dijadikan Barang Bukti Persidangan Dokter Tifa
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved