Pasokan Listrik WK Rokan Paska Alih Kelola Dipastikan Aman
Selasa, 06 Juli 2021 - 20:46 WIB
loading...
A
A
A
"Saya juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Menteri BUMN, Menteri ESDM dan juga SKK Migas yang mengawal dan memastikan proses alih kelola WK Rokan ini dapat berjalan lancar, untuk ketahanan energi migas nasional ke depan,” ucapnya.
Kebutuhan Listrik dan Uap WK Rokan sebesar 400 Mega Watt (MW) dan 335 ribu barrel steam per day (MBSPD), di mana sebagian besar kebutuhan tersebut dipasok dari pembangkit MCTN sebesar 270 MW dan 265 MBSPD, dan sisa kebutuhan tersebut dipenuhi dari pembangkit internal WK Rokan.
Pasokan listrik dan uap tersebut untuk menjaga kelangsungan produksi minyak WK Rokan yang diharapkan dapat mencapai di kisaran 160-an ribu bbl/day pada 2021 dengan tambahan sumur-sumur baru yang dibor tahun ini. Sehingga diharapkan WK Rokan masih menjadi penghasil utama minyak nasional yang berkontribusi paling tidak 20 persen dari total produksi minyak nasional saat ini
Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Uap (PJBTLU) antara PLN dan PHR telah ditandatangani pada tanggal 1 Februari 2021, yang menjadi dasar penyediaan listrik dan uap oleh PLN untuk operasi jangka waktu tiga tahun mulai 9 Agustus 2021. Sedangkan pasokan listrik dan uap jangka panjang direncanakan dari Jaringan Tegangan Tinggi Interkoneksi Sumatra dan Steam Generator baru yang disiapkan oleh PT PLN (Persero).
Guna mempertahankan dan meningkatkan produksi migas, PHR merencanakan pengeboran 141 sumur pengembangan pada tahun 2021. PHR juga mempersiapkan lebih dari 270 sumur pada 2022. Ini adalah WK migas dengan investasi jumlah sumur terbanyak.
Kebutuhan Listrik dan Uap WK Rokan sebesar 400 Mega Watt (MW) dan 335 ribu barrel steam per day (MBSPD), di mana sebagian besar kebutuhan tersebut dipasok dari pembangkit MCTN sebesar 270 MW dan 265 MBSPD, dan sisa kebutuhan tersebut dipenuhi dari pembangkit internal WK Rokan.
Pasokan listrik dan uap tersebut untuk menjaga kelangsungan produksi minyak WK Rokan yang diharapkan dapat mencapai di kisaran 160-an ribu bbl/day pada 2021 dengan tambahan sumur-sumur baru yang dibor tahun ini. Sehingga diharapkan WK Rokan masih menjadi penghasil utama minyak nasional yang berkontribusi paling tidak 20 persen dari total produksi minyak nasional saat ini
Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Uap (PJBTLU) antara PLN dan PHR telah ditandatangani pada tanggal 1 Februari 2021, yang menjadi dasar penyediaan listrik dan uap oleh PLN untuk operasi jangka waktu tiga tahun mulai 9 Agustus 2021. Sedangkan pasokan listrik dan uap jangka panjang direncanakan dari Jaringan Tegangan Tinggi Interkoneksi Sumatra dan Steam Generator baru yang disiapkan oleh PT PLN (Persero).
Guna mempertahankan dan meningkatkan produksi migas, PHR merencanakan pengeboran 141 sumur pengembangan pada tahun 2021. PHR juga mempersiapkan lebih dari 270 sumur pada 2022. Ini adalah WK migas dengan investasi jumlah sumur terbanyak.
Lihat Juga :