Anis Matta Sebut Simpang Siurnya Informasi Soal Corona Adalah Masalah Besar
Jum'at, 02 Juli 2021 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
"Persoalan paling besar yang kita hadapi pada dasarnya adalah, bukan sekadar pada penyakit baru yang namanya Covid-19 ini, tapi karena tingkat ketidakpastian akibat begitu banyaknya informasi yang simpang siur," tambahnya.
Ketua MUI Cholil Nafis pun mengakui, banyak informasi tentang Covid-19 yang beredar, telah membuat kepanikan di masyarakat. Dirinya pun mengaku sempat melanda kepanikan itu saat terpapar Covid-19 beberapa waktu lalu.
"Ternyata berita-berita itu membuat kita panik, asam lambung saya malah naik dan menjadi tidak nyaman. Orang Ketika divonis kena Covid-19, kita tidak bisa tidur dan masuk rumah sakit, ditinggal keluarganya. Kemudian dikasih berita tentang kematian, dan bagaimana cara dikuburkan, ini yang membuat orang panik," ujarnya.
Dia berharap, agar tempat-tempat ibadah tidak ditutup dalam masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro Darurat. Sehingga, masyarakat bisa beribadah mendekat diri dengan sang Pencipta, termasuk dekat dengan para ulama agar mendapatkan siraman rohani.
"Saya hampir tiap hari masalah diminta ceramah dan mendoakan yang kena Covid-19. Karana itu, rumah ibadah jangan ditutup, tapi bisa jadi sentra komunikasi penyadaran kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan," pungkasnya.
Ketua MUI Cholil Nafis pun mengakui, banyak informasi tentang Covid-19 yang beredar, telah membuat kepanikan di masyarakat. Dirinya pun mengaku sempat melanda kepanikan itu saat terpapar Covid-19 beberapa waktu lalu.
"Ternyata berita-berita itu membuat kita panik, asam lambung saya malah naik dan menjadi tidak nyaman. Orang Ketika divonis kena Covid-19, kita tidak bisa tidur dan masuk rumah sakit, ditinggal keluarganya. Kemudian dikasih berita tentang kematian, dan bagaimana cara dikuburkan, ini yang membuat orang panik," ujarnya.
Dia berharap, agar tempat-tempat ibadah tidak ditutup dalam masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro Darurat. Sehingga, masyarakat bisa beribadah mendekat diri dengan sang Pencipta, termasuk dekat dengan para ulama agar mendapatkan siraman rohani.
"Saya hampir tiap hari masalah diminta ceramah dan mendoakan yang kena Covid-19. Karana itu, rumah ibadah jangan ditutup, tapi bisa jadi sentra komunikasi penyadaran kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :