Vaksin Kelompok Anak, Indonesia Dapat Bantuan dari Australia dan Jepang
Rabu, 30 Juni 2021 - 13:00 WIB
loading...
Wamenkes, Dante Saksono Harbuwono mengatakan, pemerintah telah melakukan kerj asama multilateral dalam rangka memenuhi kebutuhan vaksinasi Covid-19. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono mengatakan pemerintah telah melakukan kerja sama multilateral dalam rangka memenuhi kebutuhan vaksinasi Covid-19 untuk kelompok anak usia 12-17 tahun.
Baca juga: Instruksi Mendagri Terkait Pengetatan Penanganan Corona Direvisi
"Ini kita upayakan terus dan tanpa membebani APBN. Karena kita sudah mendapatkan komunikasi multilateral dengan COVAX GAVI, dengan berbagai bantuan dari Australia dan Jepang," kata Dante dalam Rakornas KPAI secara virtual, Rabu (30/6/2021).
Baca juga: Indonesia Dihantam Gelombang Kedua, Satgas Corona: Kenaikan Kasus 381%
Dante mengatakan dengan bantuan multilateral ini, maka akan bisa mencukupi kebutuhan 58 juta suntikan untuk anak kelompok usia 12-17 tahun tanpa mengganggu vaksinasi program yang telah ditetapkan sebesar 181 juta.
Baca juga: Ruang ICU di Tangsel Sudah Terisi Full 100 Persen, Ini yang Perlu Dilakukan Jika Terpapar Corona
"Sehingga kita bisa mencukupi kebutuhan 58 juta suntikan tersebut berdasarkan atas apa komunikasi multilateral yang kita lakukan tanpa mengganggu vaksinasi program yang sudah ditetapkan sebesar 181 juta," ucap Dante.
Dante mengatakan hari ini dikeluarkan petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi untuk usia anak 12-17 tahun. "Jadi saya harapkan setelah ini, setelah ada petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi pada anak, vaksinasi pada anak sudah bisa kita lakukan," ucapnya.
"Mungkin petunjuk teknis yang akan dikeluarkan hari ini, karena kemarin bapak hari Senin bapak Presiden sudah memungkinkan untuk memulai vaksinasi pada anak-anak," tambahnya.
Dante mengungkapkan beberapa negara yang sudah melakukan vaksinasi pada anak. “Benchmarking negara-negara dengan vaksinasi Covid pada anak itu memang berbagai macam. Seperti di Amerika itu menggunakan vaksin jenis vaksin Pfizer Biotech karena memang tersedia di sana adalah itu, di Eropa menggunakan Pfizer Biotech, di Timur Tengah juga menggunakan vaksin Pfizer Biotech.”
Di EUA itu menggunakan Sinopharm yang sedang masuk pada uji klinik fase 3, tapi di China atau BPOM atau badan regulasi di China itu sudah mengeluarkan rekomendasi bahwa untuk vaksin Sinnovac dan Sinopharm itu aman digunakan untuk anak 3 sampai 17 tahun,” kata Dante.
Dan di Indonesia, kata Dante, menggunakan vaksin Sinovac seperti halnya China. “Dan ini kita gunakan dan berdasarkan atas evaluasi studi evidence-based pada anak-anak maka usia 12 sampai 17 tahun kita sasar sebagai salah satu usia tahapan pertama vaksinasi pada anak-anak tersebut.”
“(Vaksinasi) pada anak di usia 12-17 tahun, jadi seperti saya sampaikan diperkuat dengan terbitnya dari BPOM dan rekomendasi IDAI dan ini berdasarkan jumlah subjek tahapan evaluasi klinis berbagai macam literatur yang kita pelajari,” papar Dante.
Baca juga: Instruksi Mendagri Terkait Pengetatan Penanganan Corona Direvisi
"Ini kita upayakan terus dan tanpa membebani APBN. Karena kita sudah mendapatkan komunikasi multilateral dengan COVAX GAVI, dengan berbagai bantuan dari Australia dan Jepang," kata Dante dalam Rakornas KPAI secara virtual, Rabu (30/6/2021).
Baca juga: Indonesia Dihantam Gelombang Kedua, Satgas Corona: Kenaikan Kasus 381%
Dante mengatakan dengan bantuan multilateral ini, maka akan bisa mencukupi kebutuhan 58 juta suntikan untuk anak kelompok usia 12-17 tahun tanpa mengganggu vaksinasi program yang telah ditetapkan sebesar 181 juta.
Baca juga: Ruang ICU di Tangsel Sudah Terisi Full 100 Persen, Ini yang Perlu Dilakukan Jika Terpapar Corona
"Sehingga kita bisa mencukupi kebutuhan 58 juta suntikan tersebut berdasarkan atas apa komunikasi multilateral yang kita lakukan tanpa mengganggu vaksinasi program yang sudah ditetapkan sebesar 181 juta," ucap Dante.
Dante mengatakan hari ini dikeluarkan petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi untuk usia anak 12-17 tahun. "Jadi saya harapkan setelah ini, setelah ada petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi pada anak, vaksinasi pada anak sudah bisa kita lakukan," ucapnya.
"Mungkin petunjuk teknis yang akan dikeluarkan hari ini, karena kemarin bapak hari Senin bapak Presiden sudah memungkinkan untuk memulai vaksinasi pada anak-anak," tambahnya.
Dante mengungkapkan beberapa negara yang sudah melakukan vaksinasi pada anak. “Benchmarking negara-negara dengan vaksinasi Covid pada anak itu memang berbagai macam. Seperti di Amerika itu menggunakan vaksin jenis vaksin Pfizer Biotech karena memang tersedia di sana adalah itu, di Eropa menggunakan Pfizer Biotech, di Timur Tengah juga menggunakan vaksin Pfizer Biotech.”
Di EUA itu menggunakan Sinopharm yang sedang masuk pada uji klinik fase 3, tapi di China atau BPOM atau badan regulasi di China itu sudah mengeluarkan rekomendasi bahwa untuk vaksin Sinnovac dan Sinopharm itu aman digunakan untuk anak 3 sampai 17 tahun,” kata Dante.
Dan di Indonesia, kata Dante, menggunakan vaksin Sinovac seperti halnya China. “Dan ini kita gunakan dan berdasarkan atas evaluasi studi evidence-based pada anak-anak maka usia 12 sampai 17 tahun kita sasar sebagai salah satu usia tahapan pertama vaksinasi pada anak-anak tersebut.”
“(Vaksinasi) pada anak di usia 12-17 tahun, jadi seperti saya sampaikan diperkuat dengan terbitnya dari BPOM dan rekomendasi IDAI dan ini berdasarkan jumlah subjek tahapan evaluasi klinis berbagai macam literatur yang kita pelajari,” papar Dante.
(maf)
Lihat Juga :