Jubir Presiden Pengganti Fadjroel Rachman Jangan Suka Blunder
Selasa, 29 Juni 2021 - 08:23 WIB
loading...
Jubir Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman merupakan satu di antara 33 nama calon duta besar (Dubes) yang beredar, dia disebut-sebut menjadi calon Dubes. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara (Jubir) Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman merupakan satu di antara 33 nama calon duta besar (Dubes) yang beredar. Fadjroel disebut-sebut menjadi calon Dubes untuk Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan.
Baca juga: Ngabalin Sebut Ada Kemungkinan Jokowi Tak Tunjuk Jubir Pengganti Fadjroel Rachman
Lalu, sosok seperti apa yang layak menjadi juru bicara (Jubir) Presiden Jokowi pengganti Fadjroel Rachman ? Baca juga: Telah Penuhi Panggilan Rektorat, BEM UI Singgung Nama Fadjroel Rachman
"Sosok yang good looking, enak dilihat dan bicaranya oke. Dan sosok yang jujur," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Selasa (29/6/2021).
Baca juga: Kata Fadjroel soal Penggantinya sebagai Jubir Presiden
Karena, kata dia, kejujuran itu penting agar masyarakat percaya pada sosok Jubir tersebut. Kemudian, dia berpendapat bahwa sosok Jubir harus mengetahui apa maunya Jokowi.
Tujuannya, agar apa yang disampaikan seorang Jubir itu tidak selalu blunder. "Jangan presiden inginnya A, tapi jubirnya berkata B. Ini yang selama ini terjadi. Sehingga terjadi banyak blunder," pungkasnya.
Baca juga: Ngabalin Sebut Ada Kemungkinan Jokowi Tak Tunjuk Jubir Pengganti Fadjroel Rachman
Lalu, sosok seperti apa yang layak menjadi juru bicara (Jubir) Presiden Jokowi pengganti Fadjroel Rachman ? Baca juga: Telah Penuhi Panggilan Rektorat, BEM UI Singgung Nama Fadjroel Rachman
"Sosok yang good looking, enak dilihat dan bicaranya oke. Dan sosok yang jujur," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Selasa (29/6/2021).
Baca juga: Kata Fadjroel soal Penggantinya sebagai Jubir Presiden
Karena, kata dia, kejujuran itu penting agar masyarakat percaya pada sosok Jubir tersebut. Kemudian, dia berpendapat bahwa sosok Jubir harus mengetahui apa maunya Jokowi.
Tujuannya, agar apa yang disampaikan seorang Jubir itu tidak selalu blunder. "Jangan presiden inginnya A, tapi jubirnya berkata B. Ini yang selama ini terjadi. Sehingga terjadi banyak blunder," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :