Ngabalin Sebut Ada Kemungkinan Jokowi Tak Tunjuk Jubir Pengganti Fadjroel Rachman
Senin, 28 Juni 2021 - 10:51 WIB
loading...
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mengatakan bisa saja Presiden Jokowi tidak menunjuk Jubir lagi menggantikan Fadjroel Rachman. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan Juru Bicaranya (Jubir), Fadjroel Rachman untuk menjadi Duta Besar di Kazakhstan. Terkait penunjukan ini beberapa pihak penasaran dengan siapa yang akan menggantikan posisi Fadjroel sebagai Jubir Presiden.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mengatakan bahwa hal tersebut menjadi hak prerogatif Presiden Jokowi. Menurutnya presiden bisa saja menunjuk jubir baru atau bahkan bisa tanpa jubir. Baca juga: Telah Penuhi Panggilan Rektorat, BEM UI Singgung Nama Fadjroel Rachman
“Nanti tunggu saja. Apakah Bapak Presiden mau memilih stafsus baru bidang komunikasi atau tidak, sekaligus diangkat jadi jubir atau tidak itu nanti kewenangan Bapak Presiden. Karena stafsus bidang komunikasi itu kan, Bang fadjroel diangkat jadi Dubes,” ujarnya, Senin (28/6/2021).
Dia mengatakan bisa saja Presiden Jokowi tidak menunjuk jubir lagi. Namun dia menekankan kembali bahwa hal ini tergantung pada urgensinya.
“Bisa jadi. Pertama tentu, seberapa jauh tingkat urgensi dan kebutuhan yang nanti Pak Presiden lihat, karena selama ini juga berjalan normal saja kan,” jelasnya.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mengatakan bahwa hal tersebut menjadi hak prerogatif Presiden Jokowi. Menurutnya presiden bisa saja menunjuk jubir baru atau bahkan bisa tanpa jubir. Baca juga: Telah Penuhi Panggilan Rektorat, BEM UI Singgung Nama Fadjroel Rachman
“Nanti tunggu saja. Apakah Bapak Presiden mau memilih stafsus baru bidang komunikasi atau tidak, sekaligus diangkat jadi jubir atau tidak itu nanti kewenangan Bapak Presiden. Karena stafsus bidang komunikasi itu kan, Bang fadjroel diangkat jadi Dubes,” ujarnya, Senin (28/6/2021).
Dia mengatakan bisa saja Presiden Jokowi tidak menunjuk jubir lagi. Namun dia menekankan kembali bahwa hal ini tergantung pada urgensinya.
“Bisa jadi. Pertama tentu, seberapa jauh tingkat urgensi dan kebutuhan yang nanti Pak Presiden lihat, karena selama ini juga berjalan normal saja kan,” jelasnya.
Lihat Juga :