PKS Minta Evaluasi Efektivitas Alat Pendeteksi COVID-19 untuk Penumpang
Jum'at, 25 Juni 2021 - 16:05 WIB
loading...
A
A
A
Dia menilai alat dan metode itu dapat mendeteksi keberadaan virus dalam tubuh manusia secara langsung. Selain metoda tes PCR tersebut, kata dia, terdapat pula metoda lain yang tidak mendeteksi secara langsung keberadaan virus dalam tubuh seseorang namun dapat mengindikasikan adanya virus, yaitu dengan cara mendeteksi pola senyawa VoC atau Volatile Organic Compound dalam embusan napas manusia.
Dimana dari pola VoC tersebut diharapkan dapat mengindikasikan ada atau tidaknya virus dalam tubuh seseorang. "Oleh karena metodenya yang tidak langsung dalam mendeteksi COVID-19 tersebut, maka dibutuhkan data yang sangat banyak untuk menguji keakurasian alat tersebut," katanya.
Dia mengungkapkan saat ini dengan kondisi adaptasi kebiasaan baru, tingkat perjalanan orang pun semakin meningkat sehingga tersedia data yang cukup banyak pula melalui hasil tes orang-orang yang melakukan perjalanan tersebut. Dimana pemerintah sebagai pihak yang membolehkan penggunaan berbagai macam metode pendeteksi COVID-19 ini, kata dia, seharusnya memanfaatkan data-data tersebut untuk memastikan tingkat keakurasian masing-masing alat dan metoda.
"Apalagi terjadinya lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi akhir-akhir ini dan munculnya varian-varian COVID-19 yang baru, maka Fraksi PKS berpendapat bahwa evaluasi berbagai alat pendeteksi COVID-19 sebagai syarat perjalanan semakin urgen untuk dilakukan," jelasnya. Baca juga: COVID-19 Varian Delta Menular di Kudus, Ganjar Serukan Lockdown
Fraksi PKS juga berpendapat di saat seperti ini selain memperketat persyaratan perjalanan, sebaiknya pemerintah menggunakan standard screening atau tes diagnosis yang sudah disetujui WHO saja, guna menghindari meluasnya penyebaran COVID-19.
Dimana dari pola VoC tersebut diharapkan dapat mengindikasikan ada atau tidaknya virus dalam tubuh seseorang. "Oleh karena metodenya yang tidak langsung dalam mendeteksi COVID-19 tersebut, maka dibutuhkan data yang sangat banyak untuk menguji keakurasian alat tersebut," katanya.
Dia mengungkapkan saat ini dengan kondisi adaptasi kebiasaan baru, tingkat perjalanan orang pun semakin meningkat sehingga tersedia data yang cukup banyak pula melalui hasil tes orang-orang yang melakukan perjalanan tersebut. Dimana pemerintah sebagai pihak yang membolehkan penggunaan berbagai macam metode pendeteksi COVID-19 ini, kata dia, seharusnya memanfaatkan data-data tersebut untuk memastikan tingkat keakurasian masing-masing alat dan metoda.
"Apalagi terjadinya lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi akhir-akhir ini dan munculnya varian-varian COVID-19 yang baru, maka Fraksi PKS berpendapat bahwa evaluasi berbagai alat pendeteksi COVID-19 sebagai syarat perjalanan semakin urgen untuk dilakukan," jelasnya. Baca juga: COVID-19 Varian Delta Menular di Kudus, Ganjar Serukan Lockdown
Fraksi PKS juga berpendapat di saat seperti ini selain memperketat persyaratan perjalanan, sebaiknya pemerintah menggunakan standard screening atau tes diagnosis yang sudah disetujui WHO saja, guna menghindari meluasnya penyebaran COVID-19.
(kri)
Lihat Juga :