Singgung Kebingungan Kolektif, Anis Matta: Kita Perlu Sumpah Tekad Indonesia
Kamis, 24 Juni 2021 - 09:47 WIB
loading...
A
A
A
Akibatnya, kepemimpinan global tersebut menjadi tidak efektif bekerja, sehingga membuat kebingungan dan kegamangan di hampir semua negara, termasuk di Indonesia. "Saya ingin mengatakan, bahwa sebenarnya akar dari pembelahan yang terjadi di masyarakat kita ini, merupakan fenomena yang sama juga ditemukan di seluruh dunia," imbuhnya.
Dia melanjutkan, kegamangan itu bukan buntut dari dukungan politik terhadap calon presiden A atau B pada pilpres lalu, melainkan kebingungan kolektif dari para pemimpin dalam memahami arah sejarah bangsa. "Kita semua mengalami kebingungan kolektif, kita gagal memahami dan tidak tahu arah sejarah yang sedang kita tuju, itu ke mana? Kebingungan ini ada pada para pemimpin kita sekarang," tuturnya.
Baca juga: Pilpres, Pembelahan Politik Masyarakat AS Dinilai Kian Memprihatinkan
Menurut dia, jika kebingungan kolektif itu terus dibiarkan, dikhawatirkan akan membuat pembelahan sosial dan politik di masyarakat semakin dalam. Pembelahan sosial sejatinya merupakan ancaman besar seperti ancaman militer dari negara lain.
"Ancaman ini akan menjadi jauh lebih serius disebabkan krisis yang sekarang semakin berkembang. Di sinilah, perlunya kita sebuah sumpah ketiga, Sumpah Tekad Indonesia untuk menyatukan arah sejarah, mengonsolidasi seluruh potensi kita dan membuat kita bisa fokus menyelesaikan krisis sekarang," pungkasnya.
Dia melanjutkan, kegamangan itu bukan buntut dari dukungan politik terhadap calon presiden A atau B pada pilpres lalu, melainkan kebingungan kolektif dari para pemimpin dalam memahami arah sejarah bangsa. "Kita semua mengalami kebingungan kolektif, kita gagal memahami dan tidak tahu arah sejarah yang sedang kita tuju, itu ke mana? Kebingungan ini ada pada para pemimpin kita sekarang," tuturnya.
Baca juga: Pilpres, Pembelahan Politik Masyarakat AS Dinilai Kian Memprihatinkan
Menurut dia, jika kebingungan kolektif itu terus dibiarkan, dikhawatirkan akan membuat pembelahan sosial dan politik di masyarakat semakin dalam. Pembelahan sosial sejatinya merupakan ancaman besar seperti ancaman militer dari negara lain.
"Ancaman ini akan menjadi jauh lebih serius disebabkan krisis yang sekarang semakin berkembang. Di sinilah, perlunya kita sebuah sumpah ketiga, Sumpah Tekad Indonesia untuk menyatukan arah sejarah, mengonsolidasi seluruh potensi kita dan membuat kita bisa fokus menyelesaikan krisis sekarang," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :