Banyak Teroris di Indonesia adalah Kesalahan Pemerintah Masa Lalu

Rabu, 23 Juni 2021 - 21:58 WIB
loading...
Banyak Teroris di Indonesia...
Pengurus MUI Pusat Bidang Penanganan Terorisme, M Najih Arromadloni menyebut banyaknya teroris di Indonesia karena kesalahan pemerintah masa lalu. FOTO/TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE DEDDY CORBUZIER
A A A
JAKARTA - Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Penanganan Terorisme, M Najih Arromadloni menyebut banyaknya teroris di Indonesia karena kesalahan pemerintahan masa lalu yang telah melakukan 'pemeliharaan'.

M Najih menyebut, salah satu organisasi yang nyata 'dipelihara' oleh pemerintahan sebelumnya adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dia menjelaskan, HTI sejak kelahirannya pada 1952-1955 telah dilarang di negara Timur Tengah tapi di Indonesia dibiarkan bahkan diberi legalitas.

"Ini kesalahan pemerintah masa lalu yang seharusnya dievaluasi oleh pemerintahan masa sekarang. Jangan sampai pemerintah sekarang melakukan hal sama," kata M Najih dalam tayangan YouTube Deddy Corbuzier, Rabu (23/6/2021).

Baca juga: 16.000 Orang Gabung Organisasi Teroris, Siap Melakukan Aksi Teror

Dia menjelaskan, tidak hanya memberikan izin legalitas, pemerintah masa lalu juga telah memberikan fasilitas kepada kelompok tersebut dalam acara mu'tamar khilafah HTI.

"Di Indonesia HTI itu diberi fasilitas oleh negara. Diberikan izin seperti mu'tamar khilafah di GBK. Pada saat itu bahkan disiarkan utuh oleh TVRI yang sebenarnya itu dibiayai oleh APBN," katanya.

Najih menyebut bahwa pertumbuhan kelompok radikal sejalan dengan pragmatisme politik pemerintah seperti yang terjadi di Mesir. Di mana pemerintah yang berkuasa menggunakan kelompok radikal sebagai kekuatan politik dan merugikan masyarakat jangka panjang.

Baca juga: Buku Terorisme Beredar Luas di Internet, Polri Buru Akun Penyebar

"Merangkul karena dia membutuhkan dukungan politik. Untuk kepentingan jangka pendek dan rugi jangka panjang. Akhirnya dia mati sendiri di tangan mereka dibunuh oleh mereka," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Densus Tangkap 8 Terduga...
Densus Tangkap 8 Terduga Teroris JAD Afiliasi ISIS di Sulteng
Ekstremisme Kekerasan...
Ekstremisme Kekerasan di Asia Tenggara
Draf Perpres TNI Atasi...
Draf Perpres TNI Atasi Teroris, Komisi I DPR: Harus Jadi Pelengkap, Bukan APH
Terungkap! Ini Pertanyaan...
Terungkap! Ini Pertanyaan Jebakan Kelompok Teroris untuk Jaring Anak-anak
Densus 88: Kelompok...
Densus 88: Kelompok Teror Rekrut Anak-anak Pakai Medsos dan Game Online
Densus 88 Antiteror...
Densus 88 Antiteror Tangkap 5 Orang Perekrut Anak Masuk Jaringan Terorisme
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
AS Sebut Sekutu NATO...
AS Sebut Sekutu NATO yang Kaya Justru Jadi Inkubator Teror
Usai Baku Tembak Mematikan,...
Usai Baku Tembak Mematikan, Kuba Identifikasi Penyusup Teroris dari AS
Rekomendasi
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
Berita Terkini
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved