16.000 Orang Gabung Organisasi Teroris, Siap Melakukan Aksi Teror

loading...
16.000 Orang Gabung Organisasi Teroris, Siap Melakukan Aksi Teror
Prajurit Batalyon Infantri Raider 631/Antang melakukan misi pembebasan Gubernur Kalteng yang disandera dari kelompok teroris pada latihan pemeliharaan kemampuan prajurit di gedung KONI, Palangkaraya, Kalteng, Selasa (15/6/2021). FOTO/ANTARA/Makna Zaezar
JAKARTA - Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Penanganan Terorisme, M Najih Arromadloni menyebut saat ini jumlah orang yang masuk dalam kelompok teroris di Indonesia sangat banyak. Tidak kurang dari 16.000 orang masuk dalam kelompok jaringan teroris yang siap melakukan aksi teror.

"Sangat menghawatirkan. Yang teror saja yang sudah siap yang ada dalam kelompok Jamaah Islamiah itu anggotanya ada lebih dari 6.000," kata M Najih saat dialog bersama Deddy Corbuzier yang disiarkan dalam YouTube, Rabu (23/6/2021).

Dia menyebut angka itu diperoleh pada 2020 setelah pimpinan JI Para Wijayanto ditangkap Densus 88 Antiteror Polri pada 2019 di Kranggan, Bekasi, Jawa Barat.

Baca juga: Buku Teroris Menyebar Luas di Internet, Mudah Diakses Siapa Pun

Selain kelompok Jemaah Islamiah kelompok lain yang melakukan teroris adalah Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Jamaah Ansharut Tauhid (JAT). Setidaknya ada lebih dari 9.000 orang yang tergabung dalam kelompok tersebut.



"JI 6.000, digabung dengan JAD, MIT, JAT estimasi 16.000," jelasnya.

Angka itu belum termasuk orang yang berada di lapisan bawah yang belum dikategorikan siap melakukan teror. Dia menyebut pihaknya telah lama melakukan koordinasi dengan BNPT bahkan data tersebut juga berasal dari BNPT.

"Sudah koordinasi, itu pun sebetulnya data dari BNPT awalnya," katanya.

Baca juga: Buku Terorisme Beredar Luas di Internet, Polri Buru Akun Penyebar
(abd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top