Kasus Aktif Corona Tinggi, Satgas Minta Pemda Segera Lakukan Ini
Rabu, 23 Juni 2021 - 10:11 WIB
loading...
Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 (virus Corona) Wiku Adisasmito menyoroti enam provinsi yang memiliki kasus aktif tertinggi. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 (virus Corona) Wiku Adisasmito menyoroti enam provinsi yang memiliki kasus aktif tertinggi. Di antaranya Jawa Barat 29.784 kasus aktif, DKI Jakarta 11.411 kasus aktif, Jawa Tengah 10.050 kasus aktif, Papua 8.799 kasus aktif, Riau 6.291 kasus aktif, dan Kepulauan Riau 3.431 kasus aktif.
Baca juga: 20 ASN Positif Corona, Pemkot Bogor Tracing 400 Orang yang Kontak Erat
"Satgas meminta kepada seluruh provinsi tersebut untuk segera memperbaiki kondisi Covid-19 di wilayahnya melalui evaluasi kebijakan yang diterapkan terkait kegiatan masyarakat. Sesuaikan aturan terkait kapasitas kantor, pusat perbelanjaan, restoran dan tempat makan, tempat wisata, serta fasilitas umum lainnya yang berpotensi menjadi titik penularan covid-19,” kata Wiku dalam pers rilisnya, Rabu (23/6/2021)
Baca juga: Update Corona 22 Juni 2021: 2.018.113 Positif , 1.810.136 Sembuh, 55.291 Meninggal
Selanjutnya, Satgas juga meminta daerah untuk meningkatkan kualitas penanganan pasien covid-19 di fasilitas rujukan. Menurutnya dengan tingginya kasus pada saat ini, sebagaimana rekomendasi dari lima organisasi profesi kedokteran bahwa strategi yang harus dilakukan adalah dengan menerapkan “early over treatment”
"Di mana pasien rumah sakit yang sudah mengalami perbaikan gejala dapat segera dirujuk untuk melanjutkan isolasi mandiri di rumah, agar kapasitas rumah sakit menjadi lebih besar dan mampu menampung pasien dengan gejala sedang-berat lainnya," ujarnya
Wiku juga mengatakan, daerah dapat dilakukan konversi tempat tidur rumah sakit. Selain itu daerah juga dapat menyediakan fasilitas isolasi terpusat di masing-masing wilayah agar beban dapat terbagi dan rumah sakit tidak kewalahan menangani pasien.
"Apabila seluruh provinsi-provinsi ini mampu menurunkan penambahan kasus positif dan meningkatkan kesembuhan, maka dapat mendongkrak angka kesembuhan di tingkat nasional pula," pungkasnya.
Baca juga: 20 ASN Positif Corona, Pemkot Bogor Tracing 400 Orang yang Kontak Erat
"Satgas meminta kepada seluruh provinsi tersebut untuk segera memperbaiki kondisi Covid-19 di wilayahnya melalui evaluasi kebijakan yang diterapkan terkait kegiatan masyarakat. Sesuaikan aturan terkait kapasitas kantor, pusat perbelanjaan, restoran dan tempat makan, tempat wisata, serta fasilitas umum lainnya yang berpotensi menjadi titik penularan covid-19,” kata Wiku dalam pers rilisnya, Rabu (23/6/2021)
Baca juga: Update Corona 22 Juni 2021: 2.018.113 Positif , 1.810.136 Sembuh, 55.291 Meninggal
Selanjutnya, Satgas juga meminta daerah untuk meningkatkan kualitas penanganan pasien covid-19 di fasilitas rujukan. Menurutnya dengan tingginya kasus pada saat ini, sebagaimana rekomendasi dari lima organisasi profesi kedokteran bahwa strategi yang harus dilakukan adalah dengan menerapkan “early over treatment”
"Di mana pasien rumah sakit yang sudah mengalami perbaikan gejala dapat segera dirujuk untuk melanjutkan isolasi mandiri di rumah, agar kapasitas rumah sakit menjadi lebih besar dan mampu menampung pasien dengan gejala sedang-berat lainnya," ujarnya
Wiku juga mengatakan, daerah dapat dilakukan konversi tempat tidur rumah sakit. Selain itu daerah juga dapat menyediakan fasilitas isolasi terpusat di masing-masing wilayah agar beban dapat terbagi dan rumah sakit tidak kewalahan menangani pasien.
"Apabila seluruh provinsi-provinsi ini mampu menurunkan penambahan kasus positif dan meningkatkan kesembuhan, maka dapat mendongkrak angka kesembuhan di tingkat nasional pula," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :