Pengamat Politik Ini Sebut Jokpro Dimotori Kelompok Haus Kekuasaan, Ada Motif Gali Keuntungan

Senin, 21 Juni 2021 - 13:47 WIB
loading...
Pengamat Politik Ini...
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Keberadaan Komunitas Jokowi-Prabowo (Jokpro) 2024 terus mendapatkan kritik dari berbagai kalangan karena menyuarakan presiden tiga periode. Pengamat politik menilai kempok ini dimotori kelompok haus kekuasaan.

"Jokpro dimotori oleh kelompok haus kekuasaan, rela mengorbankan apa yang sudah diperjuangkan oleh generasi terdahulu dengan susah payah," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah kepada SINDOnews, Senin (21/6/2021).

Menurut dia, kelompok partisan semacam itu bisa saja digerakkan oleh dua alasan. "Pertama, ada motif menggali keuntungan dengan wacana 3 periode, keuntungan bisa berupa posisi di kekuasaan, ataupun sekadar pekerjaan yang hasilkan materi," katanya.

Baca juga: PAN Dukung Pernyataan Jokowi Tolak Presiden Tiga Periode

Kedua, kata dia, ada pihak yang memang menghendaki wacana tersebut. Dia menilai bisa saja pihak yang menghendaki wacana itu yang saat ini berada di kekuasaan.

Baca juga: Wacana Presiden 3 Periode Muncul Lagi, Pengamat: Pak Jokowi Jangan Terima Rayuan Politik Seperti Itu

"Jika di kemudian hari gerakan partisan ini dijadikan alasan dan dianggap suara publik, saat itu kita sedang menyaksikan jika rezim di balik wacana ini semua," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Boni Hargens Apresiasi...
Boni Hargens Apresiasi Gagasan Resiprokalitas Kapolri
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Pembentukan DSI Dinilai...
Pembentukan DSI Dinilai Langkah Revolusioner Prabowo
Usulan KPK soal Capres-Cawapres...
Usulan KPK soal Capres-Cawapres dari Kader Partai Dinilai Keliru
Lili Romli Nilai Buku...
Lili Romli Nilai Buku Ilmu Politik Boni Hargens Layak Jadi Referensi
Kerja Nyata Membanggakan,...
Kerja Nyata Membanggakan, Khofifah Berhasil Bangun Jatim Maju Berprestasi Pro Rakyat
Incar 3 Periode, Trump:...
Incar 3 Periode, Trump: Saya Tidak Bercanda
Ketua KPU-Bawaslu Brebes...
Ketua KPU-Bawaslu Brebes Dicopot DKKP, Pengamat Politik Nilai Kursi Anggota DPR Ini Bisa Terancam Lengser
Rekomendasi
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Leopard Aesthetics yang...
Leopard Aesthetics yang Menggigit: Lepas E4 EV Buktikan SUV Listrik Bisa Elegan Tanpa Radikal
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Berita Terkini
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto Tak Ajukan Eksepsi
Jaksa Ungkap Nama Samaran...
Jaksa Ungkap Nama Samaran Hery Susanto, Ada John Lennon 07 hingga Komandante
3 Fakta Terbaru Kasus...
3 Fakta Terbaru Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Batal Ajukan Gugatan Praperadilan
Singgung Perbedaan Pandangan,...
Singgung Perbedaan Pandangan, Dudung Ajak Purnawirawan TNI-Polri Jaga Persatuan
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved