Butuh Pemimpin Kolaboratif yang Mampu Jadi Role Model Instansi Pemerintah
Rabu, 16 Juni 2021 - 19:34 WIB
loading...
A
A
A
Tjahjo menegaskan pula para Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) selain harus memenuhi persyaratan kompetensi ASN juga harus mampu mendemonstrasikannya dan menjadi role model di lingkungan kerjanya. Komponen yang harus menjadi perhatian dari seorang pemimpin adalah pengambilan keputusan atas tujuan organisasi, strategi konkret untuk mencapai tujuan dan nilai-nilai organisasi.
Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suryanto menyampaikan, tujuan penyelenggaraan PKN Tingkat I adalah mengembangkan kompetensi kepemimpinan kolaboratif pada Pimpinan Tinggi Madya yang dapat memobilisasi seluruh potensi pemerintah dan masyarakat, guna meningkatkan daya saing bangsa dan percepatan pembangunan nasional secara adil dan merata.
“Pada PKN Tingkat I Angkatan L ini mengusung tema ‘Strategi Kebijakan Pendanaan Inovatif Untuk Akselerasi Pembangunan di Era dan Pasca Pandemi.’ Selain itu, nantinya peserta akan melaksanakan visitasi ke luar negeri. Namun, karena kondisi pandemi maka visitasi dilakukan secara daring. Ada keuntungannya juga, biasanya visitasi hanya ke satu negara, sekarang bisa dilakukan ke empat hingga lima negara,” tuturnya.Baca juga: Covid-19 di Indonesia Makin Mengganas, Ternyata Ini Biang Keladinya!
Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan L ini diikuti oleh 42 orang peserta yang berasal dari empat kementerian sejumlah orang, enam lembaga pemerintah nonkementerian (LPNK)/lembaga tinggi negara (LTN) sembilan orang, lima pemerintah daera, berjumlah lima orang, serta kepolisian berjumlah 21 orang dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.
“Pelatihan ini dilakukan secara blended learning, klasikal dan non-klasikal dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Seluruh peserta wajib mengikuti tes antigen terlebih dahulu. Saya meminta semua peserta jujur terhadap kesehatan dan segera melapor apabila ada yang merasa kurang sehat,” tuturnya.Baca juga: Anji Terjerumus Narkoba setelah Teredukasi Buku 'Hikayat Pohon Ganja'
Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suryanto menyampaikan, tujuan penyelenggaraan PKN Tingkat I adalah mengembangkan kompetensi kepemimpinan kolaboratif pada Pimpinan Tinggi Madya yang dapat memobilisasi seluruh potensi pemerintah dan masyarakat, guna meningkatkan daya saing bangsa dan percepatan pembangunan nasional secara adil dan merata.
“Pada PKN Tingkat I Angkatan L ini mengusung tema ‘Strategi Kebijakan Pendanaan Inovatif Untuk Akselerasi Pembangunan di Era dan Pasca Pandemi.’ Selain itu, nantinya peserta akan melaksanakan visitasi ke luar negeri. Namun, karena kondisi pandemi maka visitasi dilakukan secara daring. Ada keuntungannya juga, biasanya visitasi hanya ke satu negara, sekarang bisa dilakukan ke empat hingga lima negara,” tuturnya.Baca juga: Covid-19 di Indonesia Makin Mengganas, Ternyata Ini Biang Keladinya!
Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan L ini diikuti oleh 42 orang peserta yang berasal dari empat kementerian sejumlah orang, enam lembaga pemerintah nonkementerian (LPNK)/lembaga tinggi negara (LTN) sembilan orang, lima pemerintah daera, berjumlah lima orang, serta kepolisian berjumlah 21 orang dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.
“Pelatihan ini dilakukan secara blended learning, klasikal dan non-klasikal dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Seluruh peserta wajib mengikuti tes antigen terlebih dahulu. Saya meminta semua peserta jujur terhadap kesehatan dan segera melapor apabila ada yang merasa kurang sehat,” tuturnya.Baca juga: Anji Terjerumus Narkoba setelah Teredukasi Buku 'Hikayat Pohon Ganja'
(dam)
Lihat Juga :