Komnas Perlindungan Anak Imbau Emak-emak di Tanah Air Tolak BPA
Senin, 14 Juni 2021 - 18:14 WIB
loading...
Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist merdeka Sirait mengimbau kepada emak-emak di seluruh Tanah Air untuk menolak Bisphenol A (BPA). Foto/SINDOphoto
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komnas Perlindungan Anak , Arist merdeka Sirait mengimbau kepada emak-emak di seluruh Tanah Air untuk menolak Bisphenol A (BPA) . Hal itu salah satu poin penting yang disampaikan Arist Merdeka Sirait di hadapan media dan para ibu dalam acara Konferensi Pers Bahaya BPA bagi bayi, balita dan janin pada Selasa 8 Juni 2021 lalu.
"Pagi hari ini, kita ada kesempatan untuk berdialog. Ada persoalan serius. Ada zat Bisphenol A (BPA) yang sekarang ini menjadi agenda internasional. Saya hanya mengingatkan kepada ibu-ibudi Nusantara bahwa BPA berbahaya. Bukan hanya galon (guna ulang-red)," seru Arist Merdeka Sirait di dahapan para wartawan TV dan ibu-ibu di aula Kantor Komnas Perlindungan Anak, Jalan TB Simatupang Nomor 33 Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (14/6/2021). Baca juga: BPOM Diminta Beri Label Peringatan Galon Guna Ulang yang Mengandung BPA
"Galon guna ulang itu kenapa terjadi migrasi BPA karena di jalan saat pengangkutan terpapar matahari, dilempar-lempar yang membuat terkelupas. Begitu juga wadah plastik yang lain. Intinya harus menolak BPA," sambungnya.
Arist juga mendesak BPOM sebagai pemegang regulator peredaran pangan dan obat-obatan untuk memberi label peringatan konsumen pada kemasan plastik yang mengandung BPA. "Setelah ini (konferensi pers-red) saya akan mendatangi BPOM untuk mendesak agar segera dilakukan pelabelan. Segala hal yang menyangkut informasi produk harus jelas. Kode daur ulang juga harus dicantumkan besar-besar. Supaya ibu-ibu dapat melihat dengan jelas sehingga bisa menghindari."
"Karena dampak paparan BPA itu bisa menimbulkan kanker, lahir prematur. Dan bahkan hasil penelitian terbaru pada 21 April 2021, bukan hanya berbahaya bagi bayi balita dan janin. Tapi juga merusak otak orang dewasa," imbuh Arist.
"Pagi hari ini, kita ada kesempatan untuk berdialog. Ada persoalan serius. Ada zat Bisphenol A (BPA) yang sekarang ini menjadi agenda internasional. Saya hanya mengingatkan kepada ibu-ibudi Nusantara bahwa BPA berbahaya. Bukan hanya galon (guna ulang-red)," seru Arist Merdeka Sirait di dahapan para wartawan TV dan ibu-ibu di aula Kantor Komnas Perlindungan Anak, Jalan TB Simatupang Nomor 33 Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (14/6/2021). Baca juga: BPOM Diminta Beri Label Peringatan Galon Guna Ulang yang Mengandung BPA
"Galon guna ulang itu kenapa terjadi migrasi BPA karena di jalan saat pengangkutan terpapar matahari, dilempar-lempar yang membuat terkelupas. Begitu juga wadah plastik yang lain. Intinya harus menolak BPA," sambungnya.
Arist juga mendesak BPOM sebagai pemegang regulator peredaran pangan dan obat-obatan untuk memberi label peringatan konsumen pada kemasan plastik yang mengandung BPA. "Setelah ini (konferensi pers-red) saya akan mendatangi BPOM untuk mendesak agar segera dilakukan pelabelan. Segala hal yang menyangkut informasi produk harus jelas. Kode daur ulang juga harus dicantumkan besar-besar. Supaya ibu-ibu dapat melihat dengan jelas sehingga bisa menghindari."
"Karena dampak paparan BPA itu bisa menimbulkan kanker, lahir prematur. Dan bahkan hasil penelitian terbaru pada 21 April 2021, bukan hanya berbahaya bagi bayi balita dan janin. Tapi juga merusak otak orang dewasa," imbuh Arist.
Lihat Juga :