Moeldoko Bagikan Ivermectin Dinilai sebagai Wujud Langkah Nyata Pemerintah

Minggu, 13 Juni 2021 - 11:46 WIB
loading...
Moeldoko Bagikan Ivermectin...
Sikap cepat tanggap dilakukan Ketua Umum HKTI, Moeldoko membagikan obat penangkal Corona, Ivermectin, kepada warga masyarakat daerah zona hitam Covid-19. Foto/Istimewa
A A A
JAKART - Sikap cepat tanggap yang dilakukan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Moeldoko membagikan obat penangkal virus Corona (Covid-19), Ivermectin, kepada warga masyarakat daerah zona hitam Covid-19 di Kabupaten Kudus, juga di Kota Semarang dan Kabupaten Kudus Jawa Tengah, harus dijadikan keteladanan bagi warga negara lainnya.

Baca juga: DPR Dukung Ikhtiar Moeldoko Tangani COVID-19

Empati yang ditunjukkan dengan langkah nyata di lapangan tersebut dinilai merupakan bentuk kepedulian yang jauh lebih baik daripada hanya berpangku tangan dan menyebar data data saja tanpa solusi nyata.

Baca juga: Moeldoko Pelopori Ivermectin, Bupati Kudus Sebarkan ke RS dan Puskesmas

Pernyataan tersebut dikemukakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Varhan Abdul Azis, melalui rilis pers, Minggu (13/6/2021). Varhan mengatakan, di tengah kesulitan hidup akibat pandemi dan segala dampaknya, warga masyarakat, terutama rakyat kecil kian terhimpit penderitaan.

Baca juga: Penegasan Moeldoko dan Anggito Jelas, Polemik Dana Haji Sebaiknya Dihentikan

Kata dia, selain dicekam kekhawatiran akan terpapar wabah virus Corona, masyarakat kecil semakin didera kesulitan ekonomi sebagai dampak meluasnya wabah.

"Karena itulah, peran para aghniya yakni kalangan yang memiliki kemampuan, berdaya secara ekonomi serta mempunyai pengaruh luas di masyarakat, sepatutnya aktif membantu mereka yang kesulitan itu sesuai dengan kemampuan yang ada," kata Varhan.

"Langkah Pak Moeldoko sebagai Ketum HKTI ini bentuk respons cepat dan solutif untuk atasi kondisi darurat di daerah daerah itu, dan ini jauh lebih baik daripada hanya berpangku tangan dan sebarkan data data saja tanpa aksi di lapangan," tegas Varhan

Akan halnya Ivermectin sendiri, menurut Varhan, Indonesia bisa belajar dari pengalaman pahit India. Negara yang baru-baru ini mengalami kondisi sangat darurat Covid-19 itu, berhasil keluar dari krisis pandemi dengan cara yang sederhana, yaitu dengan membagikan Ivermectin secara massal.

Dengan pasokan gratis obat tersebut ke setidaknya empat provinsi paling parah, India berhasil menurunkan 80 sampai 90 persen kasus Corona dalam waktu cepat.

Berdasarkan riset kecil yang dilakukannya, menurut Varhan, Ivermectin yang merupakan obat antiparasit yang sudah ada sejak 39 tahun yang lalu itu tergolong ampuh. "Wajar bila obat ini mendapat julukan 'Wonder Drug' atau 'Obat Ajaib' yang memenangkan Hadiah Nobel tahun 2015," ujarnya.

Selain itu, pengalaman menunjukkan bahwa Ivermectin sangat aman, murah dan efektif sebagai obat yang telah digunakan oleh 3,7 miliar orang di seluruh dunia.

Saat ini kata Varhan, sebagaimana keterangan resmi produsen obat tersebut di Indonesia, PT Harsen Laboratories, Invermectin telah membawa India dan 16 negara lain, seperti Slovakia, Mexico, Peru, dan lain-lain, kepada kondisi yang lebih baik dalam hal pandemi Covid-19.

Menunjuk artikel berjudul 'Ivermectin Obliterates 97 percent of Delhi cases', Varhan mengatakan, hanya dalam lima pekan krisis Covid-19 di New Delhi berkurang sangat signifikan.

Menurut Varhan, inilah saat paling tepat bagi kaum aghniya untuk menunjukkan solidaritas social mereka sebagai sesama anak bangsa, di tengah krisis kesehatan yang membawa dampak ke seluruh sendi-sendi kehidupan bangsa ini.

Sebaliknya Varhan mengingatkan, manakala kalangan yang berdaya tersebut melupakan kewajiban sosial mereka, warga masyarakat kecil pun tidak berarti tidak memiliki catatan-catatan mereka sendiri.

"Catatan itulah yang akan menentukan sikap mereka ke depan, melihat siapa saja yang patut dihormati seiring bersatunya kata dengan perbuatan, serta siapa yang tega membiarkan warga menjalani kesulitan mereka sendiri tanpa sedikit pun mengulurkan tangan," tegas Varhan.

Sebelumnya, Moeldoko bertindak cepat memelopori penyebaran Ivermectin, yang disebut-sebut sebagai obat yang terbukti ampuh melawan Covid-19. Moeldoko membagikan secara gratis dosis Ivermectin tersebut gratis kepada ribuan warga yang sedang dalam perawatan di rumah sakit maupun yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Moeldoko mengatakan, keadaan darurat bisa diibaratkan rumah terbakar yang baru bagian depannya dilalap api. Adalah hal yang ganjil bila menunggu api melahap seluruh rumah, baru berbuat sesuatu.

"Demikian pula kejadian kasus Covid-19 di Kudus yang telah menjadi zona hitam, yang dengan cepat bisa menyebar ke kota-kota lain. Kita sudah harus waspada, bersiap diri dan bahkan mengatasinya sedini mungkin," tutur Moeldoko.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terpilih Jadi Ketum...
Terpilih Jadi Ketum DPN HKTI secara Aklamasi, Sudaryono: Dualisme Kita Sudahi Per Hari Ini
Kemenkes Deteksi Ada...
Kemenkes Deteksi Ada 72 Kasus Covid-19 Varian Baru di Indonesia
Kubu Tom Lembong Minta...
Kubu Tom Lembong Minta Dihadirkan Moeldoko dan Gita Wirjawan di Ruang Sidang
Serahkan Nasib KSP ke...
Serahkan Nasib KSP ke Prabowo, Moeldoko Ancang-ancang Kembali Berbisnis
Istana Jawab Isu Pemerintah...
Istana Jawab Isu Pemerintah Sewa 1.000 Mobil untuk HUT ke-79 RI di IKN
Moeldoko Tak Setuju...
Moeldoko Tak Setuju TNI Berbisnis: TNI Profesional, Jangan Bergeser!
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
Jaring Bibit Unggul...
Jaring Bibit Unggul Olahraga, Program Pengembangan Atlet Sasar Kaum Muda
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Berita Terkini
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Infografis
4.155 Peserta Lolos...
4.155 Peserta Lolos PPPK Paruh Waktu Kemenag, Ini Langkah Selanjutnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved