Dahsyat, Ilmu Sanjak Prajurit Marinir Bikin Pasukan Fretilin dan GAM Kocar-kacir
Minggu, 13 Juni 2021 - 06:58 WIB
loading...
A
A
A
Pagi-pagi setelah masak dan sarapan pasukan melanjutkan gerakan sesuai dengan Perintah Operasi melakukan penyisiran di daerah rawan pergerakan musuh. Benar saja, setelah membaca jejak atau bekas-bekas yang ditinggalkan kelompok bersenjata akhirnya kami berhasil menemukan Fretilin.
“Karena lama tidak bertemu dengan Fretilin maka sempat membuat kami kaget, setelah tujuh bulan melakukan operasi saat ini lah perjumpaan kami yang pertama dan langsung terjadi kontak senjata yang cukup sengit. Untuk membakar semangat pertempuran, kami melakukan teriakan yel-yel Rajawali yang sudah disepakati bersama. Kontak tembak pun terjadi. Namun tidak berlangsung lama. Fretilin yang berjumlah sekitar tujuh orang dengan senjata campuran lari mundur,” kenangnya.
Melihat anggota Fretilin lari tunggang langgang, pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap mereka yang posisinya berada di bawah. Namun karena mereka menguasai medan sehingga gerakannya sangat cepat untuk menghilang dari kejaran. ”Selama tiga hari kami terus mengejar dengan semangat walau medannya sangat menantang dan keras,” katanya.
Karena lokasi kontak tembak terjadi di Maliana di sektor Timur, pihaknya memutuskan untuk berkoordinasi dengan pasukan kawan dalam melakukan pengejaran. Pengejaran berhenti ketika memasuki area hutan bambu dan turun hujan yang sangat deras sehingga mengganggu jarak pandang. Hal ini yang membuat pasukan kehilangan jejak Fretilin. Apalagi, selama ini Fretilin dikenal dengan “Lulik” semacam jimat kalau orang Jawa menyebutnya. “Lulik” ini mereka percayai sebagai penyelamat bagi mereka.
Selain melaksanakan gerakan mencari dan memburu Fretilin Satgas Rajawali 1 juga membantu Pasukan Teritorial untuk melakukan patrol keamanan. Satgas Rajawali bergerak mobile dalam memburu kelompok bersenjata yang sangat meresahkan masyarakat Timtim.
“Karena lama tidak bertemu dengan Fretilin maka sempat membuat kami kaget, setelah tujuh bulan melakukan operasi saat ini lah perjumpaan kami yang pertama dan langsung terjadi kontak senjata yang cukup sengit. Untuk membakar semangat pertempuran, kami melakukan teriakan yel-yel Rajawali yang sudah disepakati bersama. Kontak tembak pun terjadi. Namun tidak berlangsung lama. Fretilin yang berjumlah sekitar tujuh orang dengan senjata campuran lari mundur,” kenangnya.
Melihat anggota Fretilin lari tunggang langgang, pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap mereka yang posisinya berada di bawah. Namun karena mereka menguasai medan sehingga gerakannya sangat cepat untuk menghilang dari kejaran. ”Selama tiga hari kami terus mengejar dengan semangat walau medannya sangat menantang dan keras,” katanya.
Karena lokasi kontak tembak terjadi di Maliana di sektor Timur, pihaknya memutuskan untuk berkoordinasi dengan pasukan kawan dalam melakukan pengejaran. Pengejaran berhenti ketika memasuki area hutan bambu dan turun hujan yang sangat deras sehingga mengganggu jarak pandang. Hal ini yang membuat pasukan kehilangan jejak Fretilin. Apalagi, selama ini Fretilin dikenal dengan “Lulik” semacam jimat kalau orang Jawa menyebutnya. “Lulik” ini mereka percayai sebagai penyelamat bagi mereka.
Selain melaksanakan gerakan mencari dan memburu Fretilin Satgas Rajawali 1 juga membantu Pasukan Teritorial untuk melakukan patrol keamanan. Satgas Rajawali bergerak mobile dalam memburu kelompok bersenjata yang sangat meresahkan masyarakat Timtim.

Lihat Juga :