Acara Dihadiri Para Senior, Haris Pertama Tegaskan Kepengurusannya Solid
Sabtu, 12 Juni 2021 - 22:20 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga menegaskan, pentingnya persatuan di tubuh KNPI. "Di tengah banyaknya gerakan-gerakan yang mencoba memecah belah KNPI, kami, kita di sini solid, menjunjung tinggi aturan organisasi," tandasnya.Baca juga: Gerah Sirine Pejabat, Sujiwo Tejo Minta Kapolri Bertindak
Sementara itu, penceramah kondang Ustaz Das'ad Latif memberikan tausiyahnya di acara tersebut. Pria asal Makassar ini memukau undangan dengan gaya bahasa humornya yang menyentil namun penuh makna.
Ustaz Das'ad Latif, juga menyoroti perpecahaan di tubuh KNPI. “Karena pergantian ketua umum kalian terpecah belah, jangan kau ikut bertanding kalau kau siap kalah bos. yang namanya cinta kepada KNPI, lapang dada, tidak harus menjadi ketua hebat di KNPI. Buktikan prestasinya, tidak usah tersinggung bila tidak jadi ketua,” ujarnya
Dia juga meminta pemuda-pemudi Indonesia sekarang belajar dari para pencetus Sumpah Pemuda. “Belajar dari saudara-saudara kita, pencetus Sumpah Pemuda. Mereka dari Jawa, Papua Sulawesi dan sebagainya datang ke Jakarta naik kapal kecil-kecil dikejar Belanda untuk mengatakan satu nusa, satu bahasa satu bangsa. Mestinya kalian yang punya internet punya kekayaan lebih hebat memikirkan persatuan Indonesia. Cebong kampret sudah akur sekarang bos,” tuturnya.
Sementara itu, penceramah kondang Ustaz Das'ad Latif memberikan tausiyahnya di acara tersebut. Pria asal Makassar ini memukau undangan dengan gaya bahasa humornya yang menyentil namun penuh makna.
Ustaz Das'ad Latif, juga menyoroti perpecahaan di tubuh KNPI. “Karena pergantian ketua umum kalian terpecah belah, jangan kau ikut bertanding kalau kau siap kalah bos. yang namanya cinta kepada KNPI, lapang dada, tidak harus menjadi ketua hebat di KNPI. Buktikan prestasinya, tidak usah tersinggung bila tidak jadi ketua,” ujarnya
Dia juga meminta pemuda-pemudi Indonesia sekarang belajar dari para pencetus Sumpah Pemuda. “Belajar dari saudara-saudara kita, pencetus Sumpah Pemuda. Mereka dari Jawa, Papua Sulawesi dan sebagainya datang ke Jakarta naik kapal kecil-kecil dikejar Belanda untuk mengatakan satu nusa, satu bahasa satu bangsa. Mestinya kalian yang punya internet punya kekayaan lebih hebat memikirkan persatuan Indonesia. Cebong kampret sudah akur sekarang bos,” tuturnya.
(dam)
Lihat Juga :