Gerak Cepat Kapolri Sikat Pelaku Premanisme Diapresiasi
Jum'at, 11 Juni 2021 - 21:57 WIB
loading...
A
A
A
Reza menilai sulitnya penumpasan aksi premanisme di seluruh Indonesia terjadi karena pergerakannya tidak lagi individu melainkan secara terorganisir. Bahkan dia menduga dengan teroganisir kejahatan diduga ada pelindung di balik aksi premanisme.
Baca juga: Preman di Tanjung Priok Tak Punya Rasa Takut, Polisi: Mereka seperti Duri Dalam Daging
"Boleh jadi sudah menyerupai atau bahkan menjelma sebagai kejahatan terorganisasi. Dengan pemikiran seperti itu, maka penting ditelusuri adakah eksekutornya, adakah bosnya, bahkan mungkin adakah pelindungnya yang bekerja sebagai oknum aparat," bebernya.
Kerja kepolisian tidak lagi tersekat pada unit reskrim namun penguatan unit intelijen di lapangan juga perlu diperkuat. Pihak kepolisian juga harus kembali melihat ke dalam dirinya ada atau tidaknya anggota yang terlibat dibalik aksi premanisme.
"Hari ini, Kapolri sudah bekerja cepat. Sekali lagi, itu bagus. Tapi itu tidak cukup. Efek gentar sekaligus efek jera baru muncul kalau unsur keajegan juga terealisasi. Jadi, kecepatan dalam menindak premanisme dan palakisme harus dijaga konsistensinya. Tidak hanya di Jakarta Utara. Tidak hanya kali ini. Dan, tentu saja, tidak hanya berdasarkan telepon Presiden," pungkasnya.
Baca juga: Preman di Tanjung Priok Tak Punya Rasa Takut, Polisi: Mereka seperti Duri Dalam Daging
"Boleh jadi sudah menyerupai atau bahkan menjelma sebagai kejahatan terorganisasi. Dengan pemikiran seperti itu, maka penting ditelusuri adakah eksekutornya, adakah bosnya, bahkan mungkin adakah pelindungnya yang bekerja sebagai oknum aparat," bebernya.
Kerja kepolisian tidak lagi tersekat pada unit reskrim namun penguatan unit intelijen di lapangan juga perlu diperkuat. Pihak kepolisian juga harus kembali melihat ke dalam dirinya ada atau tidaknya anggota yang terlibat dibalik aksi premanisme.
"Hari ini, Kapolri sudah bekerja cepat. Sekali lagi, itu bagus. Tapi itu tidak cukup. Efek gentar sekaligus efek jera baru muncul kalau unsur keajegan juga terealisasi. Jadi, kecepatan dalam menindak premanisme dan palakisme harus dijaga konsistensinya. Tidak hanya di Jakarta Utara. Tidak hanya kali ini. Dan, tentu saja, tidak hanya berdasarkan telepon Presiden," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :