Ulama Indonesia Diajak Bergabung di Komite Fikih Islam OKI

Rabu, 09 Juni 2021 - 01:11 WIB
loading...
Ulama Indonesia Diajak...
Sekjen Komite Fikih Islam (Majmu’ al Fiqh al Islami) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Prof Dato Dr Koutoub Moustapha Sano mengajak Ulama Indonesia untuk bergabung di Komite Fikih OKI. MPI/Binti Mufarida
A A A
JAKARTA - Sekjen Komite Fikih Islam (Majmu’ al Fiqh al Islami) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Prof Dato Dr Koutoub Moustapha Sano mengajak Ulama Indonesia untuk bergabung di Komite Fikih OKI. Hal itu diungkapkan Syekh Koutoub saat bersilaturahmi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) , di Aula Buya Hamka Gedung MUI Pusat, Selasa (8/6/2021).

Syekh Koutoub mengatakan, lembaganya merupakan sebuah lembaga ilmiah dari OKI yang berpusat di Jeddah. Anggotanya terdiri atas para ulama, fuqaha, pemikir dan ahli di berbagai bidang ilmu baik ilmu fiqih, budaya, pendidikan, sains, ekonomi, sosial, ilmu alam, dan ilmu terapan dari belahan dunia Islam. (Baca juga; Gelar Ijtima Ulama 2021, MUI Bahas Sejumlah Permasalahan Bangsa )

Pada kesempatan itu, Syekh Koutoub bahkan telah meminta daftar nama ulama dari MUI yang diusulkan bergabung di Komite Fikih Islam OKI. Sementara untuk surat secara resmi, Komite Fikih Islam OKI telah menyampaikan kepada Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Luar Negeri menyampaikannya kepada Kementerian Agama untuk ditentukan utusan ulama Indonesia yang akan bergabung di Komite Fikih Islam OKI.

Syekh Koutoub menyampaikan bahwa Indonesia dipandang sangat penting sebagai mitra kerjasama karena memiliki banyak ulama-ulama besar. Sampai saat ini sudah lebih 420 training yang diselenggarakan Komite Fikih Islam OKI. (Baca juga; Bertemu Ketum MUI, Dubes Arab Saudi Hargai Keputusan Indonesia Tunda Haji 2021 )

“Saya berharap dari sekian traning bisa dilaksanakan di Indonesia melalui nota kesepahaman,” kata Syekh Koutoub yang juga menyampaikan pesan dari pimpinan Komite Fikih Islam OKI agar ulama Indonesia bisa aktif di lembaga itu.

Syekh Koutoub juga menjelaskan tugas Komite Fikih Islam OKI tidak sekadar melakukan kajian-kajian atas permasalahan kontemporer namun juga melakukan kajian-kajian atas permasalahan ekonomi atau keuangan. Bahkan Komite Fikih Islam OKI juga melakukan kajian atas hukum kehalalan vaksin-vaksin yang saat ini beredar. Pihaknya juga menerbitkan fatwa merespons problematika di beberapa negara.

Sementara itu, Syekh Koutoub diterima secara hangat oleh pimpinan harian MUI antara lain Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar didampimgi Sekjend MUI KH Dr Amirsyah Tambunan, Ketua MUI KH Cholil Nafis dan Sudarnoto Abdul Hakim, Wasekjend MUI Habib Ali Hasan Bahar dan KH Arif Fahrudin, beberapa pimpinan Komisi Fatwa MUI dan Komisi Hubungan Luar Negeri MUI.

Ketua Umum MUI, KH Miftahul Akhyar menyampaikan sambutan hangat atas kehadiran Sekretaris Jenderal Komite Fikih Islam OKI beserta rombongan. Dalam kesempatan itu pula, Kiai Miftah memperkenalkan MUI kepada rombongan.

Sebagai lembaga tertinggi yang menjadi representasi umat Islam di Indonesia, MUI juga mempunyai concern terhadap problematika umat masa kini melalui penerbitan fatwa-fatwa serta sertifikat halal untuk produk pangan, kosmetik, dan obat-obatan.

Kiai Miftah juga menyampaikan hubungan sinergitas antara MUI dan pemerintah. “Saya berharap akan ada kerjasama antara MUI dan Komite Fikih Islam OKI untuk merespons berbagai problematika masa kini,” tuturnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral Indonesia–Jerman
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
Rekomendasi
Kawasaki Bikin Skutik?...
Kawasaki Bikin Skutik? Tiga Kejutan dari Booth PRJ 2026
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Pangeran George Masuk...
Pangeran George Masuk Eton College, Sekolah Elit Keluarga Kerajaan
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro Jaya: Berkas Perkara Lengkap
Usai Ditangkap, Roy...
Usai Ditangkap, Roy Suryo dan Dokter Tifa Bakal Dibawa ke RS Polri
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Protes Penangkapan Roy...
Protes Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Ahmad Khozinudin Bandingkan Silfester Matutina yang Tak Kunjung Dieksekusi
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved